3 Mobil Dinas Mewah Diduga Dipindahkan dari Rumdin Noel, Saat OTT KPK Terjadi
Tiga unit mobil dinas mewah yang digunakan eks Wamenaker, Immanuel Ebenezer (IEG) atau Noel, diduga dipindahkan dari rumah dinas saat OTT KPK terjadi.
TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, Jakarta - Tiga unit mobil dinas mewah yang digunakan eks Wakil Menteri Ketenagakerjaan (Wamenaker), Immanuel Ebenezer (IEG) atau Noel, diduga dipindahkan dari rumah dinas.
Momen pemindahan 3 mobil dinas mewah itu diduga dilakukan saat tim penyidik KPK melakukan operasi tangkap tangan alias OTT terkait kasus dugaan pemerasan sertifikasi keselamatan dan kesehatan kerja (K3).
Belum diketahui di mana keberadaan 3 mobil dinas yang dipindahkan tersebut.
OTT adalah singkatan dari Operasi Tangkap Tangan. Ini adalah sebuah operasi penangkapan yang dilakukan oleh aparat penegak hukum (seperti polisi atau KPK) saat seseorang sedang melakukan tindak pidana.
Tujuan utama dari operasi ini adalah untuk menangkap pelaku kejahatan, terutama korupsi, saat mereka sedang menerima atau memberikan suap. Ciri khas OTT dilakukan pada saat pelaku kejahatan sedang melakukan transaksi atau perbuatan ilegal.
Bukti-bukti kejahatan seperti uang tunai, barang berharga, atau dokumen sering kali ditemukan di lokasi penangkapan. Bukti ini disebut sebagai "barang bukti" dan menjadi alat yang kuat untuk menjerat pelaku. Operasi ini bersifat rahasia dan mendadak untuk memastikan pelaku tidak sempat menghilangkan barang bukti atau melarikan diri.
Dikutip Tribunlampung.co.id dari Tribunnews.com, tiga kendaraan mewah tersebut terdiri dari jenis Land Cruiser, Mercedes-Benz, dan BAIC.
"Bahwa penyidik mendapatkan informasi terdapat sejumlah mobil yaitu Land Cruiser, Mercy, dan BAIC yang dipindahkan dari rumah dinas Wamen pasca kegiatan tangkap tangan," ujar Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, kepada wartawan, Selasa (28/8/2025).
Budi menyatakan bahwa tim penyidik saat ini masih aktif melakukan penelusuran untuk menemukan lokasi ketiga kendaraan yang diduga disembunyikan tersebut.
KPK dengan tegas mengimbau pihak-pihak yang terlibat dalam pemindahan aset tersebut untuk bersikap kooperatif.
"Saat ini penyidik masih melakukan penelusuran lokasi keberadaan kendaraan-kendaraan tersebut. Kepada pihak-pihak yang memindahkan, KPK mengimbau agar kooperatif dan segera menyerahkan kendaraan tersebut untuk diperiksa dan diteliti oleh penyidik," tegasnya.
Upaya pemindahan kendaraan ini diduga merupakan upaya untuk menghilangkan barang bukti terkait kasus korupsi yang menjerat Noel.
Berita selanjutnya Temuan 4 HP di Plafon Rumah Noel, KPK Duga Ada Upaya Merintangi Penyidikan
KPK
| Eks Wamenaker Noel Minta Dihukum Mati jika Terbukti Melakukan Pemerasan |
|
|---|
| Inspektorat Tahu Isu Pengaturan Proyek di Lampung Tengah, Cuma Tidak Didalami Hanya Tanya ASN |
|
|---|
| Makelar Perkara Terendus di Sidang Suap Bea Cukai, Jaksa KPK Beri Peringatan |
|
|---|
| Kubu Ardito Bantah Tuduhan Jaksa KPK Terima Fulus Rp 7 M |
|
|---|
| Ardito Wijaya Jalani Sidang Korupsi, PKB dan PDIP Lamteng Ingatkan Asas Praduga Tak Bersalah |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/lampung/foto/bank/originals/Kantor-KPK-Berubah-bak-Showroom-Mobil-seusai-OTT-Wamenaker-Immanuel-Ebenezer.jpg)