Berita Terkini Nasional

Bayar Rp 2,5 Juta, Warga Pamekasan Naik Keranda Jenazah

Moh Zaini, warga Kabupaten Pamekasan, Jawa Timur, rela keluarkan uang Rp 2,5 juta demi naik keranda.

Editor: taryono
Dok Pribadi
WARGA NAIK KERANDA - Warga kompak memikul keranda yang dinaiki Moh Zaini di Desa Blumbungan, Kecamatan Larangan, Kabupaten Pamekasan, Jawa Timur, Senin (25/8/2025). 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, Jatim - Moh Zaini, warga Dusun Kendal, Desa Blumbungan, Kecamatan Larangan, Kabupaten Pamekasan, Jawa Timur, rela keluarkan uang Rp 2,5 juta demi naik keranda. Saat naik keranda, tubuh Moh Zaini dibungkus dengan kain kafan, lalu dipikul oleh 6 orang tetangganya.

Tindakan unik Moh Zaini tersebut pun viral di media sosial sejak awal pekan ini. Dalam video yang beredar, ia terlihat berbaring di dalam keranda dan kemudian ditutup dengan kain putih. Setelah itu, keranda lalu ditutup dengan kain hijau. 

Keranda tersebut kemudian diangkat dan digotong oleh beberapa orang. Bahkan, keranda tersebut digotong berjalan sejauh kurang lebih lima kilometer.

Ketika di tengah perjalanan, Zaini sempat membuka kain putih yang menutup wajahnya. Ia sempat diturunkan karena pria yang menggotongnya hendak istirahat. Sedangkan ia tampak duduk dalam keranda sambil makan.

Moh Zaini adalah warga Dusun Kendal, Desa Blumbungan, Kecamatan Larangan, Kabupaten Pamekasan, Jawa Timur. Ia dikabarkan ingin merasakan naik keranda yang biasa dipakai untuk menandu jenazah.

Keranda merupakan alat yang biasa digunakan untuk mengantar dan membawa jenazah dari rumah duka menuju tempat pemakaman atau untuk keperluan upacara pemakaman lainnya. Alat ini juga dapat berfungsi sebagai tempat untuk memandikan atau membaringkan jenazah sebelum dimakamkan. 

Ide nyeleneh Moh Zaini ini bukan muncul secara tiba-tiba. Keinginannya tersebut muncul sejak tiga tahun lalu dan baru tercapai kali ini. 

Hal itu diungkapkan oleh salah satu keluarga Moh Zaini, Junaidi. "Dia itu sejak tiga tahun lalu sudah ingin naik keranda," kata Junaidi, dikutip Tribunjatim, Rabu (27/8/2025). 

Zunaidi merasa sudah merasakan naik semua kendaraan. Sehingga muncul lah keinginannya untuk naik keranda sebagai 'kendaraan' terakhir orang meninggal.

Zaini tidak hanya dipikul menggunakan keranda, ia juga tampak memakai kain kafan layaknya jenazah. Demi merasakan naik 'kendaraan' jenazah, Zaini rela membayar tetangganya sebesar Rp2,5 juta untuk enam orang.

Mereka diminta untuk membantu memikul keranda yang dinaiki Zaini secara bergantian. "Zaini dipikul dari arah rumahnya keluar ke jalan sekitar 2 kilometer. Sehingga pulang pergi sejauh 4 kilometer naik keranda," ucap Junaidi.

Junaidi menyebut, Zaini dan tetangga sempat beristirahat di depan kuburan umum tidak jauh dari rumahnya selema beberapa menit. Setelah itu, mereka pun kembali memikul keranda yang dinaiki Zaini.

"Zaini menyampaikan, kaya dan miskin, kendaraan terakhirnya tetap keranda atau peti mati," ucap Junaidi menirukan penyampaian Zaini.

Junaidi menceritakan, sepanjang jalan, rombongan Zaini dan tetangganya menjadi pusat perhatian warga. Sebab, mereka memikul keranda jenazah dengan kondisi masih hidup. 

(Tribunlampung.co.id/Tribunnews.com)

Sumber: Tribunnews
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved