Play Off Kualifikasi PON Remaja I

Pemain Sepakbola Aceh Kejar Wasit ke Kamar Ganti

tim sepakbola Lampung menang tipis 1-0 atas tim sepakbola Nangroe Aceh Darussalam (NAD).

Editor: taryono

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, BANDAR LAMPUNG- Selangkah lagi tim sepakbola Lampung bisa berlaga di pentas Pekan Olahraga Nasional (PON) Remaja I 2014. Dalam partai Playoff Regional Sumatera di Stadion Pahoman, Bandar Lampung, Minggu (16/11), tim sepakbola Lampung menang tipis 1-0 atas tim sepakbola Nangroe Aceh Darussalam (NAD).

Gol tunggal Hadi Pradana dari titik putih membawa satu kaki Lampung menjejak pentas nasional tersebut. "Kemenangan ini penting. Anak-anak memang seperti merasa over confidence (percaya diri berlebih). Tapi, saya rasa masih dalam batas wajar. Masih banyak kekurangan dalam tim ini. Ke depan, kami akan perbaiki," kata pelatih tim Lampung, Edi Iswantoro, seusai pertandingan.

Sementara pelatih tim Aceh, Akhyar Ilyas, menilai pertandingan berjalan cukup berimbang. Namun, pihaknya sangat menyesalkan keputusan wasit yang memberi penalti kepada tim Lampung. Pasalnya, Akhyar melihat tak terjadi pelanggaran sedikitpun dari anak asuhnya.

"Ya, jelas kami pertanyakan itu (penalti). Posisi pemain kami dengan lawan fifty-fifty dalam mengejar bola. Sedikit sentuhan, lalu jatuh, dan wasit menilai itu penalti. Tidak masuk akal," tegasnya.

Atas hasil tersebut, pihaknya berencana melapor kepada PSSI. "Saya akan melaporkan hasil ini kepada PSSI. Kami juga meminta maaf kepada masyarakat Lampung, karena pertandingan jadi sedikit kacau," kata Akhyar.

Pada babak pertama, kedua tim tampak bermain hati-hati. Tak banyak peluang tercipta. Hingga wasit A Rahman Salasa asal Jakarta meniup peluit tanda babak pertama usai, skor masih kacamata.

Memasuki babak kedua, tim Lampung langsung mengambil inisiatif serangan. Beberapa peluang tercipta dari kaki Raeis Mahendra dan Idham Sanuri. Namun sayang, peluang duet ujung tombak tim Lampung ini belum berhasil mengubah keadaan.

Gol akhirnya datang pada menit 65 yang berawal dari penetrasi Raeis di sisi kiri pertahanan tim Aceh. Setelah mengecoh satu pemain, ia terus berlari membawa bola sampai masuk ke kotak terlarang tim Aceh. Bek tim Aceh, Angga Aulia Akbar, datang membayangi. Raeis akhirnya terjatuh ketika Angga menyengolnya. Wasit Rahman tanpa ampun langsung memberi hadiah penalti.

Keputusan tersebut sontak membuat para pemain tim Aceh protes. Meskipun demikian, wasit Rahman tetap pada keputusannya. Hadi Pradana yang mengambil eksekusi 12 pas sukses mengecoh penjaga gawang Aceh, Hidayatulloh Akbar. Skor 1-0 untuk keunggulan Lampung. Usai gol itu, pertandingan berjalan dengan tempo tinggi, bahkan cenderung keras. ini. Sampai peluit panjang berbunyi, skor akhir tetap 1-0 untuk tim Lampung.

Usai pertandingan, para pemain tim Aceh mengejar wasit yang langsung berlari menuju kamar ganti. Suasana kian ricuh karena penonton yang hadir turut melempari bench pemain Aceh dengan botol air mineral.

Bahkan, sempat terjadi baku hantam antara pemain tim Aceh dengan beberapa official tim Lampung, termasuk dengan pihak keamanan. Pada akhirnya, pihak keamanan berhasil meredam kericuhan. (val)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved