Tasya Dilarang Hadiri Pemakaman Ayahnya karena Alasan Ini

Editor: taryono
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Gatot Permadi Joewono dan Shafa Tasya Kamila

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID-Artis, Shafa Tasya Kamila (24) sedang dirundung duka.

Inna lillahi wa inna ilaihi raji'un, ayahnya, Gatot Permadi Joewono meninggal dunia.

Beliau menghembuskan nafas terakhir pada Jumat (24/3/2017).

Sebagai anak, Tasya ternyata dilarang sang ibunda ikut menghadiri pemakaman ayahnya yang akan berlangsung, Sabtu (25/3/2017).

Apa alasannya?

Itu karena Tasya saat ini sedang berada di Amerika Serikat.

Sebagaimana diketahui, Tasya kini menempuh pendidikan S2 di Columbia University, New York, jurusan Public Relation.

Sang ibunda sengaja melarang Tasya kembali datang ke Indonesia lantaran ia baru saja pulang tepat seminggu sebelum ayahnya meninggal.

Berawal dari Susu

Tasya masuk ke dunia hiburan Indonesia sejak masih duduk di bangku taman kanak-kanak.

Waktu itu secara tidak sengaja seorang ibu menawari Tasya untuk menjadi bintang iklan dan mengantar ke sebuah biro iklan.

Setelah melalui beberapa kali casting, Tasya mendapatkan kontrak untuk sebuah produk susu.

Sejak itu, Tasya yang berdarah jawa dari ayahnya ini terus menjadi bintang iklan: produk asuransi, department store, keju, pasta gigi, permen, dan bedak.

Tahun 1998, anak bungsu dari tiga bersaudara ini mendapat kontrak iklan eksklusif untuk produk pasta gigi.

Berawal dari iklan inilah, sosok Tasya menarik perhatian sebuah rumah produksi yang menawarinya bermain di sinetron.

Pada tahun 1998 Tasya main di beberapa episode sinetron berjudul Takdir.

Kemudian dia bermain dalam film televisi Kupu-kupu Ungu dan Nyanyian Burung. Sinetron lain yang pernah dibintangi Tasya antara lain Matahariku, Tasya, dan Jangan Menangis Adinda.

Meski sibuk syuting iklan dan sinetron, Tasya masih menyempatkan diri les menyanyi di Bina Vokalia, dan sekolah vokal yang dikelola Elfa Secioria.

Kesempatan masuk dapur rekaman datang pada tahun 2000. Album perdananya adalah Libur Telah Tiba, yang mengunggulkan lagu "Libur Telah Tiba" ciptaan AT Mahmud.

Setelah sukses dengan album pertamanya yang terjual 350 ribu kopi, Tasya kembali mengeluarkan album keduanya yang bertajuk Gembira Berkumpul (2001).

Dalam album ini, Tasya masih mengandeng AT Mahmud serta berkolaborasi dengan Duta (Sheila on 7) dalam lagu ciptaan Eross berjudul "Jangan Takut Gelap".

Adik dari Muhammad Fatha Permana dan Dhenia Lizariani Hafsha ini mengeluarkan album religius untuk menyambut bulan Ramadan bertajuk Ketupat Lebaran (2002).

Album keempat Tasya adalah Istana Pizza (2003).

Album ini mempunyai konsep penyampaian dongeng dengan lagu.

Dongeng yang ingin disampaikan oleh Tasya melalui albumnya ini adalah tentang Istana Pizza yang indah. Istana ini dipimpin oleh Raja Pizza dan Ratu Pizza.

Mereka memiliki putri bernama Anapizza. Sang putri memiliki sahabat yang bernama Spagetto.

Raja Pizza memiliki seorang penasehat yang bernama Peri Nini Merica yang akhirnya menjadi musuh Raja Pizza.

Namun, atas kebaikan hati Anapizza, kejahatan yang dilakukan oleh Peri Nini Merica berhasil ditumpas. Tak hanya AT Mahmud, Trie Utami juga turut menyumbang satu lagu berjudul "Penghuni Hutan".

Tahun 2005, Tasya meluncurkan The Very Best of Tasya yang berisi 14 lagu terbaik Tasya dari album sebelumnya, antara lain "Anak Gembala", "Barisan Musik", "Jangan Takut Akan Gelap", hingga "Paman Datang".

Pada tanggal 20 Juni 2007, Tasya bersama Ricky Subagja, Marshanda, Dian Nitami, dan Farhan resmi diangkat sebagai 'Duta Kampanye Minum Susu'.

Sejak tahun 2005, Tasya diangkat sebagai Duta Lingkungan Hidup oleh Kementerian Lingkungan Hidup Indonesia

Pada akhir tahun 2012, Tasya meluncurkan album remaja perdananya yang berjudul Beranjak Dewasa.

Di album ini Tasya mencoba melepas imej lamanya sebagai penyanyi cilik dengan menyanyikan lagu-lagu pop remaja bertema cinta.

Album ini distribusinya dibantu oleh Indomaret.(edi sumardi/instagram/wikipedia)

Berita Terkini