Tribun Bandar Lampung

Hina Presiden Jokowi, Pensiunan TNI di Lampung Diganjar 16 Bulan Penjara

Majelis hakim membacakan putusan terhadap terdakwa Syamsul secara online, Rabu (1/4/2020).

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, BANDAR LAMPUNG - Seorang pensiunan tentara diganjar hukuman satu tahun empat bulan penjara gara-gara menghina Presiden Joko Widodo.

Tentara ini diketahui bernama Syamsul (55), warga Desa Muara Putih, Kecamatan Natar, Lampung Selatan.

Syamsul didakwa melakukan ujaran kebencian di media sosial.

Dalam persidangan yang digelar secara online, Rabu (1/4/2020), ketua majelis hakim Samsudin menyatakan terdakwa Syamsul terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana informasi dan transaksi elektronik.

Pemprov Lampung Imbau ASN Tidak Lakukan Ujaran Kebencian

Jabat Tangan Saksi Korban, Terdakwa Penyebar Ujaran Kebencian Asal Lampung Tengah Ini Minta Maaf

Kapolresta Bandar Lampung: Sekarang Warga Dengar Suara Sirene Saja Sudah Bubar

Imbas Wabah Corona, Kubangan di Jalan Pringsewu Terancam Tak Diperbaiki

"Adapun hal memberatkan, perbuatan terdakwa menimbulkan keresahan masyarakat dan rasa kebencian serta menebar ketidakpercayaan terhadap pemerintah," ungkap Samsudin.

Sementara hal yang meringankan, terdakwa berbuat sopan dan tidak pernah dihukum.

"Maka menjatuhkan hukuman terhadap terdakwa Syamsul dengan hukuman penjara selama 1 tahun 4 bulan dengan denda Rp 5 juta subsider 1 bulan kurungan," kata Samsudin.

Putusan ini pun lebih ringan delapan bulan dibandingkan dengan tuntutan JPU Kandra yakni dua tahun penjara dan denda Rp 5 juta subsider 1 bulan kurungan.

Atas putusan tersebut, terdakwa Syamsul dan JPU Kandra menyatakan pikir-pikir.

Dalam dakwaannya, JPU Kandra mengatakan, perbuatan terdakwa berawal pada hari Rabu (25/9/2019).

Ia membuat akun di Facebook dengan nama Abung Siwomigo.

Terdakwa menyalin sebuah unggahan di grup lalu mengunggah kembali di akunnya.

"Terdakwa meng-copy sebuah unggahan dan kemudian mengunggah kembali melalui akun Facebook terdakwa dengan disertai kata-kata bertuliskan 'Stop membodohi dan membohongi rakyat'," ujar Kandra.

Terdakwa kembali memposting sebuah unggahan foto disertai kata-kata bertuliskan “Ayo naikkan tagar#mahasiswa bergerak#jokowi mundur”.

Pada postingan ketiga, terdakwa kembali mengunggah foto disertai kata-kata bertuliskan “Pak Jokowi sudahlah mundur saja sudah 80 % rakyat Indonesia tak menyukaimu tanamkanlah rasa malu sedikit di dalam hidupmu."

"Postingan tersebut dapat dilihat oleh pengguna Facebook lainnya," beber Kandra.

Perbuatan terdakwa dapat mencemarkan nama baik institusi TNI.

Citra TNI menjadi tercoreng karena orang yang melihat postingan tersebut mengira bahwa institusi ini tidak bersikap netral dalam politik. (Tribunlampung.co.id/Hanif Mustafa)

Berita Populer