Lampung Selatan

PPKM Darurat Sudah Berlaku, Pelabuhan Bakauheni-Merak Tetap Normal

Penulis: Dominius Desmantri Barus
Editor: Daniel Tri Hardanto
Suasana Pelabuhan Bakauheni pasca pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) darurat, Kamis (1/7/2021).

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, LAMPUNG SELATAN - Kegiatan di Pelabuhan Bakauheni-Merak tetap berjalan seperti biasa pasca pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) darurat.

PPKM darurat tersebut berlaku di Pulau Jawa dan Pulau Bali selama 3-20 Juli 2021.

Humas PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) Saifulahil Maslul Harahap mengatakan, kegiatan operasional di Pelabuhan Bakauheni-Merak tetap normal meski PPKM telah berlaku.

"Pelaku perjalanan masih dapat menyeberang di Pelabuhan Bakauheni. PPKM darurat yang dikeluarkan pemerintah berlaku untuk Pulau Jawa dan Pulau Bali. Jadi untuk kegiatan penyeberangan Bakauheni-Merak tetap normal," kata Syaiful, Kamis (1/7/2021).

Baca juga: Pemkab Pesisir Barat Ikuti Rakor Evaluasi Perkembangan Pelaksanaan PPKM Mikro secara Virtual

"Tidak ada persyaratan khusus untuk menyeberang, seperti menunjukkan surat tugas, surat perjalanan dinas, dan semacamnya," sambungnya.

Syaiful mengatakan, pelaku perjalanan tetap diminta untuk menunjukkan hasil tes Genose C-19.

Pemeriksaannya pun akan diperketat.

"Sampai saat ini kami belum dapat perintah untuk menghentikan kegiatan operasional pelabuhan. Kami tetap mengikuti instruksi pemerintah. Ketika kami diinstruksikan untuk memberhentikan segala kegiatan di pelabuhan, maka akan kami hentikan," kata Syaiful.

"Itu merupakan wujud keseriusan kami membantu pemerintah untuk memutus rantai penyebaran Covid-19 di Indonesia," pungkasnya.

( Tribunlampung.co.id / Dominius Desmantri Barus )