Kasus Corona di Lampung

Mesuji 3 Pekan Nol Kasus Covid-19, Reihana: Kesembuhan Pasien di Lampung Capai 92 Persen

Editor: Reny Fitriani
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Kadiskes Lampung Reihana. Mesuji 3 pekan nol kasus covid.

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, BANDAR LAMPUNG - Perkembangan Covid-19 di Provinsi Lampung semakin membaik dari hari ke hari.

Bahkan di Kabupaten Mesuji, tercatat nihil kasus Covid dan kasus kematian sepanjang November 2021.

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Lampung Reihana, pada Jumat (19/11), menjelaskan, sepanjang November ini tercatat ada 58 penambahan kasus Covid baru dan 9 kasus kematian.

"Namun Alhamdulillah Kabupaten Mesuji, sejak awal bulan sampai 19 November, tidak ada penambahan kasus Covid dan kematian," jelasnya.

Lebih lanjut Reihana menjelaskan, 58 penambahan kasus Covid sepanjang November ini tersebar di Kota Bandar Lampung 15 kasus, Lampung Selatan 10 kasus, Lampung Utara 6 kasus, Lampung Timur 5 kasus.

Kemudian, Way Kanan 5 kasus, Pesawaran 4 kasus, Tanggamus 3 kasus.

Lalu, Kabupaten Lampung Tengah, Pesisir Barat, dan Tulangbawang masing-masing menyumbang 2 kasus sepanjang November. Kemudian, Tulangbawang Barat, Pringsewu, Lampung Barat masing-masing menyumbang satu kasus saja. Dan Mesuji nol kasus.

Sedangkan untuk 9 kasus kematian berasal dari warga Bandar Lampung 3 kasus, Lampung Timur 3 kasus, Pesawaran dan Lampung Tengah masing-masing dua kasus.

Khusus pada Jumat kemarin, penambahan kasus Covid hanya satu orang. Sementara kasus kematian nihil.

Bagaimana dengan angka kesembuhan? Reihana mengatakan, kesembuhan pasien Covid-19 di Lampung mencapai 92 persen.

Meski begitu, ia meminta masyarakat tidak lengah dan tetap waspada akan penularan Covid.

"Saat ini memang kasus Covid berbeda dengan kondisi Juli lalu. Kalau Juli lalu penambahan kasus Covid ini mencapai ratusan orang per hari," kata dia.

Saat ini terus dia, pemerintah juga sedang menganalisis apakah pandemi ini sudah bisa dikatakan endemi.

Ini dilihat dari angka kesembuhan dan kasus kematiannya. Endemi kata Reihana, artinya masih ada virus namun sudah bisa dikendalikan,

"Kita juga sudah mulai melakukan pengurangan terhadap penggunaan tempat tidur atau ruang isolasi pasien yang terkonfirmasi positif Covid-19.

Jadi ruangan isolasi ini dialihkan untuk pasien umum dan jika dibutuhkan maka 2.000-an bed itu akan dipergunakan kembali.

Under Control

Kepala Bidang Pengembangan Profesi Perhimpunan Ahli Epidemiologi Indonesia (PAEI) Masdalina Pane mengatakan sepekan terakhir terjadi kenaikan kasus Covid-19 di beberapa wilayah.

Meski begitu, secara nasional tidak terlalu mengkhawatirkan dan masih under control.

"Kasus baru naik 3 hari terakhir. Peningkatan kasus di sekolah misalnya akibat active case finding tidak membuktikan bahwa sekolah menjadi sumber penularan," kata Masdalina, Jumat (19/11).

Ia menilai perlu penyelidikan epidemiologi mendalam untuk mengambil kesimpulan.

Menurutnya, aktivitas pembelajaran tatap muka (PTM) bisa dilakukan selama tingkat penularan tidak tinggi.

"Kalau terjadi klaster di sekolah, sekolahnya yang ditutup, bukan PTM-nya dihentikan," tuturnya.

Masdalina menyampaikan di banyak kasus penolakan terhadap PTM justru dilakukan oleh tenaga pendidik, bukan ahli Epidemiologi atau ahli kesehatan lainnya.

Di tingkat global, kasus baru Covid-19 bertambah signifikan seperti di Eropa, Amerika dan Rusia.

Sebagian besar kenaikan akibat serangan varian AY.4.2.

"Dimulai di Inggris dan menyebar ke seluruh Eropa. Tapi biasanya 8-14 minggu akan turun dengan sendirinya," ucap Masdalina lagi.

Dia berharap pemerintah bisa mencapai target vaksin yang ditetapkan WHO sebanyak 40 persen.

Menurutnya, Indonesia baru memvaksin 31 persen dari jumlah penduduk.

"Pemerintah jangan sampai salah baca data. Karena narasinya beberapa hari terakhir vaksinasi RI sudah mencapai target vaksin 40 persen melebihi target WHO," pungkasnya.

Tim ke Daerah

Presiden Republik Indonesia Joko Widodo (Jokowi) turut khawatir mengenai kenaikan kasus Covid-19 yang terjadi di 5 provinsi.

Jokowi sudah mengirimkan tim ke provinsi tersebut untuk menghindari terjadinya ledakan kasus seperti Juli 2021.

"Kemarin saya lihat ada 5 provinsi naik sedikit saja, saya turunkan tim untuk ke sana. Karena kita takut naik sedikit saja, tahu-tahu seperti bulan Juli saja melonjak ke 50.000 (kasus)," ucapnya dalam CEO Forum Kompas 100 di Jakarta.

Jokowi mengatakan dibutuhkan kerja sama seluruh pihak agar tidak terjadi lonjakan kasus Covid-19 sehingga pandemi tetap terkendali.

Dia bersyukur kasus harian Covid-19 secara nasional terus menurun di kisaran 300 kasus.

"Perkembangan Covid-19 hari ini saya kira kita patut syukuri. Kita bisa kembali ke pertengahan Juli lalu, saat kasus harian kita 52.000, betapa sangat melonjaknya saat itu. Dua sampai tiga minggu sudah berada di puncak 56.000. Rumah sakit pontang panting urusan oksigen, urusan obat," ujarnya.

Jokowi mengapresiasi langkah berbagai pemerintah daerah yang berlomba-lomba mempercepat vaksinasi Covid-19, untuk meraih status level pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) paling rendah.

"Kita ini sekarang antar provinsi, antar kota, berlomba menunjukkan 'saya level 1, saya level 2 (PPKM)'. Ini juga bagus kompetisi antar provinsi, antar kota," urainya.

(Tribunlampung.co.id/Bayu Saputra/tribun network)

Berita Terkini