Berita Chelsea

Chelsea jadi Tempat Reuni bagi Cole Palmer Ada Seniornya dan Rekan Setim

Editor: Tri Yulianto
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Chelsea jadi tempat reuni bagi Cole Palmer karena ada seniornya dan juga rekan-rekan yang dulunya satu tim. 

Tribunlampung.co.id - Chelsea jadi tempat reuni bagi Cole Palmer karena ada seniornya dan juga rekan-rekan yang dulunya satu tim. 

Hal itu yang jadi alasan Cole Palmer mau bergabung dengan Chelsea dari klub jawaran Manchester City.

Untuk selanjutnya Cole Palmer yakin meraih kesuksesan secara pribadi begitu juga dengan klub Chelsea.

Hal itu diungkapkan Cole Palmer dalam wawancara pertamanya sebagai pemain baru Chelsea.

Cole Palmer mengenang kedekatan dengan Raheem Sterling.

Ia mengaku perjalanan karirnya hingga saat ini tak lepasa dari Raheem Sterling

Pertama-tama, gelandang tersebut mengungkapkan rasa terima kasihnya kepada Raheem Sterling, seniornya di timnas Inggris dan rekan setim sebelumnya di Manchester City, yang selalu mendukungnya.

Sterling adalah salah satu sosok yang merangkulnya ketika dia pertama kali tiba di City.

Bagi Palmer, hal ini adalah pengalaman luar biasa, mengingat Sterling adalah pemain berpengalaman dan berprestasi di tingkat internasional.

Sterling melihat potensi dalam diri Palmer dan mendukungnya sepanjang perjalanan.

Mereka bahkan pernah bermain bersama dalam beberapa pertandingan, meskipun bukan dalam jumlah yang banyak.

Selain Sterling, Cole Palmer juga mencatat pengaruh Noni Madueke, Levi Colwill, dan Romeo Lavia dalam perjalanan karirnya.

Mereka adalah teman-teman baiknya yang sudah dikenalnya sejak lama dan sukses bersama dalam timnas Inggris U-21.

Palmer merasa beruntung memiliki empat teman yang akan membantunya beradaptasi di Chelsea dengan cepat.

Pengalaman sukses Cole Palmer bersama teman-temannya di timnas Inggris U-21 memberikan rasa percaya diri yang besar padanya.

Mereka memenangkan Kejuaraan U-21 di Georgia dan meyakini bahwa hal serupa bisa terjadi di Stamford Bridge jika mereka dapat bekerja sama dengan baik.

Selanjutnya, gelandnag 21 tahun mencatat bahwa Mauricio Pochettino telah membuatnya merasa diterima di Chelsea.

Dia  sangat mengagumi prestasi pelatih yang pernah menukangi Southampton dan Tottenham Hotspur ini.

Dia berharap dapat belajar banyak dari bos Argentina, yang terkenal memiliki kemampuan mengembangkan bakat muda sebagaimana yang pernah dibuktikannya di klub-klub sebelumnya.

Proses perkembangan bakat Cole Palmer dimulai sejak dia masih sangat muda.

Ayahnya adalah pemain sepak bola amatir, dan Palmer sering duduk di pinggir lapangan untuk menyaksikan pertandingan ayahnya.

Momen-momen itu yang pertama kali membuatnya tertarik pada sepak bola.

Dia mulai bermain sepak bola di sekolah dasar dan menyadari bahwa dia memiliki bakat dalam olahraga tersebut.

Seiring berjalannya waktu, Cole Palmer mulai bermain di berbagai posisi di lapangan, termasuk sebagai bek kiri, lini tengah, sayap kanan, sayap kiri, dan striker.

Di Manchester City, dia bahkan membuat debutnya sebagai striker.

Namun, menurutnya, dua posisi terbaiknya adalah sayap kanan dan nomor 10.

Cole Palmer siap untuk membantu tim di posisi mana pun yang dibutuhkan.

Dengan dukungan rekan-rekannya yang telah membantu dalam adaptasinya di Chelsea dan pelatih berpengalaman seperti Mauricio Pochettino di sisinya, masa depannya di klub ini tampak cerah.

Namun sayangnya ada pihak-pihak meragukannya di Chelsea sebab sudah dikenal sangat gemuk ini.

Cole Palmer memang tak diragukan adalah pemain berbakat.

Dia pemain terbaik Inggris saat juara Euro U2-1 lalu.

Dia juga mencetak gol brilian melawan Arsenal di Community Shield bulan ini, dan beberapa orang membandingkannya dengan Phil Foden.

Posisi terbaik Palmer adalah sebagai pemain sayap kanan atau sebagai pemain nomor 10.

Untuk posisi sayap, ketika semua pemain Chelsea dalam kondisi fit, dia akan bersaing dengan Raheem Sterling, Christopher Nkunku, Mykhailo Mudryk, Noni Madueke, dan bahkan Ian Maatsen, dan pemain sayap baru Ben Chilwell.

Persaingan sangat berat menanti.

Jangan lupa, Palmer juga selama di City baru tiga kali mencicipi jadi starter di Liga Primer.

Siapkah pemain berusia 21 tahun ini bersaing memperebutkan tempat utama di Chelsea?

Palmer tertarik untuk pindah ke Stamford Bridge karena ia mencari waktu bermain yang lebih konsisten setelah menerima persetujuan dalam beberapa pertandingan untuk Pep Guardiola.

Pemain internasional muda Inggris ini telah memainkan peran besar dalam beberapa pertandingan sejauh musim ini, mencetak gol-gol besar di Community Shield dan Piala Super UEFA.

Pemain depan yang bergabung dengan Chelsea ini akan menjawab permintaan Mauricio Pochettino untuk menambahkan opsi penyerang lain ke dalam skuadnya, dengan fleksibilitas untuk bermain di sayap serta di posisi Nomopr 10.

Dia juga akan memiliki pengalaman Liga Premier, sesuatu yang diminta sebagai target pelatih kepala, meskipun dengan menit bermain yang terbatas.

Dengan peralihan yang siap diumumkan pada hari berikutnya atau lebih, kecuali ada perubahan yang terlambat, Palmer akan bersatu kembali dengan rekan setim internasional Madueke.

Pasangan ini telah bermain bersama untuk Inggris di semua level pemuda, yang terbaru untuk tim U-21 di Kejuaraan Eropa.

Kedua penyerang ini memainkan peran besar dalam kesuksesan yang diikuti oleh Young Lions yang mengangkat trofi dan mengakhiri penantian panjang mereka untuk meraih gelar di rentang usia tersebut.

Pasangan ini memiliki chemistry yang hebat dan reuni dapat membuat integrasi lebih mudah bagi pemain muda ini untuk pindah dari City.

Madueke sangat mendukung calon rekan setimnya di klub tersebut dengan mengunggah komentar di Instagram yang mengatakan "bangga" setelah Palmer memainkan peran besar dalam timnya memenangkan Piala Super UEFA awal bulan ini.

Masih harus dilihat bagaimana kesepakatan ini akan berjalan, tetapi jelas bahwa setidaknya ada satu anggota skuad yang akan membantu rekrutan baru ini untuk beradaptasi dan terus maju.

(Tribunlampung.co.id) 

Berita Terkini