Tribunlampung.co.id, Bandar Lampung - Kebakaran lahan di Bandar Lampung sepanjang Agustus hingga September 2023 didominasi akibat masyarakat yang membakar sampah.
Kepala Damkarmat Bandar Lampung Anthoni Irawan menjelaskan, dari puluhan hektar kebakaran lahan di Bandar Lampung yang terjadi sepanjang Agustus hingga September, diakibatkan karena kurangnya kesadaran masyarakat yang membakar sampah sembarangan.
Baca juga: Dalam 2 Bulan, 53 Hektare Lahan di Bandar Lampung Terbakar Gegara Kekeringan
Baca juga: September Bandar Lampung Dilanda 63 Peristiwa Kebakaran
"Kemudian juga karena warga membuang puntung rokok sembarangan," ujar Anthoni Irawan, Rabu (27/9/2023).
Dua faktor tersebutlah yang menurut Anthoni menjadi penyebab utama kebakaran lahan di Bandar Lampung.
Terlebih saat ini Bandar Lampung tengah dilanda musim kemarau dampak fenomena El Nino.
"Karena sekarang ini musim kemarau ya, jadi api sedikit saja, bisa fatal akibatnya,"
"Oleh karena itu kami imbau warga Bandar Lampung untuk tolong jangan buang putung rokok sembarangan, karena meskipun kelihatnnya sepele tapi akibatnya bisa menghanguskan berhektare-hektare lahan,"
"Lalu juga jangan membakar sampah, karena api ini kan mudah merambat kemana-mana saat cuaca panas begini," ujarnya.
Anthoni berharap, masyarakat Bandar Lampung memahami betul kondisi saat ini.
Hal itu dilakukan guna mencegah hal-hal yang tidak diinginkan di Kota Tapis Berseri.
"Tentunya tanpa dukungan dan partisipasi masyarakat ini tidak akan berhasil dengan baik. Oleh karena itu kami minta maysarakat untuk berpartisipasi mencegah kebakaran khususnya di Bandar Lampung," pungkasnya.
Diketahui, puluhan kebakaran yang terjadi di Bandar Lampung sepanjang September 2023 mengakibatkan 53 hektare lahan hangus terbakar.
Kepala Damkarmat Pemkot Bandar Lampung Anthoni Irawan membenarkan jika kurun waktu Agustus dan September 2023 terjadi kebakaran yang menghanguskan puluhan hektare lahan di Bandar Lampung.
"Bulan Agustus sekira 10 hektare lahan di Bandar Lampung yang terbakar, lalu September ini 53 hektare lahan yang terbakar," kata Anthoni Irawan, Rabu (27/9/2023).
Ia memaparkan, 53 hektare lahan yang terbakar sepanjang September 2023 itu tersebar di 20 kecamatan se-Bandar Lampung.
Sementara untuk wilayah yang paling rawan terbakar yakni Kemiling, Sukabumi dan Telukbetung Timur.
"Kalau Sukabumi itu di Campang Raya dan Way Gubak," tuturnya.
Sementara untuk Telukbetung Timur wilayah paling rawan kebakaran yakni kawasan Puri Gading dan Gunung Sukamaju.
"Lalu Kemiling itu di Beringin Raya dan Bukit Kemiling Permai," ujarnya.
Di tengah musim kemarau saat ini, Anthoni menyebut tak hanya Bandar Lampung saja yang mengalami banyak kebakaran.
Melainkan, kebakaran juga terjadi diberbagai kabupaten kota lain di Lampung dampak kekeringan El Nino.
Oleh karenanya, Anthoni mengimbau masyarakat Bandar Lampung untuk selalu berhati-hati dan wasapada.
"Tak henti-hentinya kita imbau masyarakat untuk berhati-hati. Yang paling penting kita sediakan apar, jangan buang putung rokok sembarangan apalagi membakar sampah, bisa fatal akibatnya," pungkasnya.
Diketahui dalam pemberitaan sebelumnya, Kepala Damkarmat Pemkot Bandar Lampung Anthoni Irawan menyebut terdapat peningkatan kebakaran signifikan yang terjadi pada bulan Agustus dan September 2023.
Anthoni menjelaksan, pada bulan Juli 2023 lalu, kebakaran di Bandar Lampung hanya sekira 12 kejadian saja.
Akan tetapi pada bulan Agustus dan September, jumlah kebakaran di Bandar Lampung meningkat hingga 4 kaliipat dibanding bulan Juli 2023.
"Agustus itu terdapat 43 kali kebakaran di Bandar Lampung," kata Anthoni, Rabu (27/9/2023).
"Kamudian, bulan September sampai tanggal 25 itu terjadi 63 kali kebakaran. Artinya meningkat hingga 4 kali lipat dari kebakaran bulan Juli," terangnya.
Anthoni menjelaskan, pada September ini jumlah kebakaran di Bandar Lampung memang terbilang banyak.
Dalam sehari, lanjut Anthoni, bisa terjadi puluhan kebakaran di Bandar Lampung.
"Paling banyak hari Sabtu (23/9/2023) itu sampai 12 kebakaran lahan," paparnya.
"Sementara Senin (25/9/2023) itu juga cukup banyak, hingga 8 kali kebakaran," terangnya. (Tribunlampung.co.id/ Riana Mita Ristanti)