Berita Lampung
Ekonomi Lampung Triwulan III Tumbuh 3,93 Persen
Kepala Kanwil DJPb Lampung Mohammad Dody Fachrudin mengaku perkembangan ekonomi dan fiskal regional Lampung sepanjang tahun 2023
Penulis: Agustina Suryati | Editor: Indra Simanjuntak
Tribunlampung.co.id, Bandar Lampung - Kepala Kanwil DJPb Lampung Mohammad Dody Fachrudin mengaku perkembangan ekonomi dan fiskal regional Lampung sepanjang tahun 2023 cukup banyak tantangan dan risiko yang dihadapi.
Risiko tersebut adalah seputar ketidakpastian global dari dampak konflik seperti geopolitik, krisis energi dan distribusi pangan, perubahan iklim El Nino, turunnya harga CPO, hingga efek perubahan suku bunga berbagai negara.
Baca juga: Tahun 2024 APBD Lampung Sebesar Rp 31,58 Triliun
Akan tetapi menurutnya pertumbuhan perekonomian Lampung masih bergerak akseleratif atau sama halnya dengan memiliki pergerakan yang cepat.
”Tahun 2023 menjadi tahun yang menantang"
"Selain menghadapi risiko ketidakpastian global akibat dampak konflik geopolitik, krisis energi dan distribusi pangan, perubahan iklim El Nino, turunnya harga CPO, dan efek perubahan suku bunga berbagai negara"
"Namun pertumbuhan perekonomian Lampung masih bergerak akseleratif,” papar Dody dalam laporannya.
Meskipun demikian, lanjut Dody, perekonomian Lampung pada triwulan III tetap tumbuh 3,93 persen (yoy) dan 0,74 persen (qtq).
Hal itu menurut pendapatnya, terjadi berkat kerja keras dan sinergi seluruh elemen pemerintah, perekonomian Lampung di triwulan III tetap tumbuh.
Sementara terkait informasi realisasi belanja negara pertanggal 12 Desember 2023, pihaknya menjelaskan bila realisasi belanja satuan kerja pada unit vertikal Kementerian Negara/Lembaga (K/L) sebesar Rp 8.95 Triliun atau mencapai 85,19 persen dari total pagu atau mengalami kenaikan sebesar 17,31 persen dibandingkan tahun 2022.
Kemudian dijelaskan pula, bahwa peningkatan realisasi didominasi oleh aktivitas belanja barang yakni mencapai 81 persen, belanja modal 68 persen, belanja pegawai 98,48 persen dan belanja bansos 100 persen.
Selanjutnya, mengenai proyeksi belanja satker K/L hingga akhir tahun 2023 berakhir diperkirakan akan menyerap sebesar Rp10.08 triliun atau 96,08 persen.
Terkhusus pada penyaluran belanja TKD, realisasinya pertanggal 12 Desember 2023 telah tercatat sebesar Rp 20,08 triliun atau 94,29 persen.
Sedangkan hingga akhir tahun selesai diperkirakan akan terserap Rp 20,29 triliun atau 95,22 persen.
Di akhir pemaparannya, Dody menjabarkan lebih lanjut dari sisi penerimaan negara, realisasi pertanggal 12 Desember 2023 sudah mencapai Rp 8,98 triliun yang dikontribusi dari penerimaan pajak yakni sebanyak Rp 7,72 triliun dan Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) yang telah tercapai Rp 1,25 triliun.
Adapun untuk penerimaan pajak yang didorong oleh penerimaan pajak dalam negeri mencapai Rp 6,84 triliun dan pabean Rp 883,53 miliar.
Ia menambahkan, sampai akhir tahun 2023, jumlah penerimaan pajak dalam negeri ditarget mencapai Rp 7,72 triliun atau sebesar 110,93 persen dan untuk PNBP diperkirakan akan terealisasi sebesar Rp 1,26 triliun atau 130,89 persen. (Tribunlampung.co.id/Agustina Suryati)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/lampung/foto/bank/originals/menara-siger_20171228_130217.jpg)