Berita Terkini Artis

Alasan Ketua NCW Tuding Raffi Ahmad Terlibat Pencucian Uang

Editor: Tri Yulianto
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Ketua National Corruption Watch (NCW) Hanifa Sutrisna menerima pesan di Instagram hingga berani tuduh Raffi Ahmad terlibat pencucian uang.

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, Jakarta – Berita terkini seleb, Raffi Ahmad membantah terlibat pencucian uang yang dituduhkan Ketua National Corruption Watch (NCW) Hanifa Sutrisna.

Kini Hanifa Sutrisna meminta maaf telah menuduh Raffi Ahmad terlibat pencucian uang dan mengakui kesalahannya. 

Alasan Hanifa Sutrisna menuduh Raffi Ahmad karena sebelumnya menerima pesan di akun Instagramnya.

Nanum tudihannya tersebut tidak didasari bukti yang kuat. 

Sehingga kini, Ketua NCW Hanifa Sutrisna menyampaikan permintaan maaf kepada suami Nagita Slavina.

"Untuk Raffi Ahmad, saya meminta maaf atas dugaan pencucian uang kemarin," tulis Hanifa Sutrisna di TikTok, dilansir Kamis 8 Februari 2024.

Ia meminta maaf lantaran terlalu terburu-buru mengungkapkan dugaan pencucian uang tersebut ke publik.

Dikatakan Hanif, pihaknya tak mungkin menuduh Raffi Ahmad tanpa sebab.

Ia mengungkapkan bahwa menerima aduan keterlibatan Raffi Ahmad dalam pencucian uang melalui pesan Instagram.

“Karena ada pihak yang tiba-tiba DM,” sambungnya.

Namun, ia pun mengakui kesalahannya yang terlalu cepat percaya tanpa melakukan pengecekan lebih mendalam terkait aduan tersebut.

"Kesalahan saya adalah terlalu cepat mempublish tanpa mencari tahu terlebih dahulu kebenarannya," kata Hanifa Sutrisna.

Pihaknya sudah terlanjur buka suara sehingga menimbulkan keributan di publik.

Padahal sebelumnya, Hanifa Sutrisna sangat yakin jika ayah dua anak itu terlibat dalam pencucian uang.

Raffi Ahmad pun langsung memberikan bantahan tegas atas tudingan yang dilayangkan oleh pihak NCW.

Dikatakan Raffi Ahmad, tudingan NCW terhadapnya tak mendasar dan menyebut asset kekayaannya murni dari hasil kerja kerasnya selama ini.

Raffi Tak Butuh Permintaan Maaf NCW

Raffi Ahmad tak butuh permintaan maaf dari pihak National Corruption Watch (NCW) yang menuding dirinya terlibat pencucian uang.

Selain itu, suami Nagita Slavina itu juga ogah melaporkan NCW ke kepolisian.

“Nggak, saya nggak gila maaf orangnya,” ujar Raffi Ahmad saat melakukan konferensi pers untuk klarifikasi tuduhan pihak NCW, Senin (5/2/2024).

Suami Nagita Slavina ini tak ingin menduga siapa oknum yang memberikan keterangan soal isu miring tentang dirinya.

"Saya juga nggak mau menduga nggak mau berprasangka buruk ya,” ujarnya.

Dikatakan Raffi, ia memberikan klarifikasi lantaran banyak rekan kerjanya yang mempertanyakan kebenaran isu miring tersebut.

Ia pun dengan tegas membantah tudingan yang dilontarkan pihak NCW tentangnya.

“Saya di sini juga mau klarifikasi saja karena klien-klien saya banyak yang mempertanyakan. Mereka kan jadi takut kalau mau memakai jasa saya apakah benar ini saya begitu atau tidak.

Makanya di sini saya maunya hanya klarifikasi kalau isu tersebut tidaklah benar adanya," tegasnya lagi.

Pada kesempatan itu, Raffi menjelaskan jika uang yang dihasilkannya kini merupakan hasil kerja kerasnya selama puluhan tahun di dunia hiburan.

Ayah Rafathar ini memulai kariernya di dunia hiburan sejak usia 13 tahun.

Raffi pun mempersilahkan pihak mana pun untuk mengecek keuangan pribadi hingga perusahaan yang dimiliki.

"Sekarang juga saya sudah punya perusahaan yang alhamdulillah sudah berdiri selama enam tahun. Kalau mau dicek keuangannya silakan saja, kita sangat terbuka,” ucapnya.

Buka Bayarannya Rp 50 Juta

Raffi Ahmad membuka bayaranya yang bisa mencapai Rp 50 juta untuk isi acara selama satu jam. 

Hal itu diungkap Raffi Ahmad karena dirinya dituduh terlibat Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) oleh National Coruption Watch (NCW).

Kemudian Raffi Ahmad mengundang NCW untuk buktikan keterlibatannya dalam dugaan pencucian uang. 

Namun NCW tidak memenuhi permintaan Raffi Ahmad hingga akhirnya ia gelar konferensi pers. 

Konfrensi pers tersebut digelar untuk menjawab tudingan pencucian uang yang dilayangkan oleh ketua National Coruption Watch (NCW), Hanifa Sutrisna terhadap Raffi Ahmad.

Ditengah klarifikasi tersebut, Hotman Paris mengaku kecewa atas mangkirnya para anggota NCW yang sengaja tak hadir dari ajakannya untuk membuktikan berbagai tudingan yang dilontarkan.

Hotman Paris mewakili Raffi Ahmad membuka konpers dengan menantang pihak NCW membuktikan ucapannya.

Pasalnya, pihak NCW tampak sama sekali tak hadir dalam konferensi pers itu sekalipun diundang.

"Yang pertama adalah, gua mau lihat dulu, adakah batang hidung orang yang kita undang di sini, yang kita tantang untuk bawa bukti. Mana orangnya?" ujar Hotman Paris, dikutip dari YouTube Sambal Lalap.

"Halo Nasional Corruption Watch, mana orangmu? Kan kamu katanya ada bukti, sini dong. Kami undang untuk datang sekarang. Karena kalo nggak ada kamu ya apa gunanya nih, cuma mau bicara gosip doang," tambahnya.

Dia kemudian menyindir Hanifa Sutrisna, Ketua NCW yang sebelumnya muncul di tv dengan tudingan itu.

"Kok nggak ada? Kok gayanya di tv, kalo mau masuk tv ikut sama Raffi sama Hotman setiap hari masuk tv," sindirnya.

"Tiap hari saya posting, bawa buktinya, bawa buktinya. Kok nggak ada? Adanya cuma gosip semua nih. Parah lo, katanya berani," tandas Hotman.

Ia menilai, ucapan Hanifa Sutrisna sangatlah ngawur.

"Di tv itu disebutkan dari segi jawabannya pun ngawur. Dia bilang, saya dapat telepon. Saya zoom, katanya, katanya. Jadi sekali lagi, kalo NCW tidak berani datang ke sini, sudah lah kami tahu kelas kamu kayak apa," tukasnya.

Lebih lanjut, Hotman menantang NCW melaporkan ke polisi apabila benar mengantongi bukti TPPU yang melibatkan Raffi Ahmad.

"Kalo kamu sudah punya bukti, ayo laporin. Jadi apa lagi yang mau didebatin," beber Hotman.

Postingan Endorse Rp 100 Juta

Raffi Ahmad sukses sebagai entertaimen yang terima penghasilan dari televisi hingga media sosial.

Bahkan taksirannya Raffi Ahmad bisa meraup penghasilan Rp 100 juta untuk satu kali posting di media sosial Instagram dalam kontrak endorsement.

Meski penghasilan dari Instagram sulit ditaksir karena pihak pengiklan dan pemilik akun akan memberikan endorsement berbeda-beda pada nilai kontraknya.

Namun salah satu website, id.noxinfluencer.com, memperkirakan akun Raffi yang memiliki engagement atau tingkat keterlibatan 0,3 persen dapat meraup Rp 100 juta untuk setiap postingan.

Kemudian untuk akun YouTube atau channel Youtube RANS Entertainment sudah mampu mengumpulkan 26 juta subscriber. 

 Youtube RANS Entertainment muncul pada 27 Desember 2015.

Konten dalam channel RANS Entertainment telah ditonton lebih dari total 6,59 miliar.

Tentu jumlah tayangan dan pengikut atau subscriber berpengaruh terhadap pendapatan yang diperoleh dari YouTube.

Tayangan iklan secara otomatis dilekatkan apabila konten sesuai dengan aturan yang disyaratkan.

Selain itu, YouTuber seperti Raffi juga dapat memperoleh pemasukan lain dari konten sponsor dengan merek atau perusahaan tertentu secara langsung di luar iklan.

RANS Entertainment, milik Raffi dan Nagita diperkirakan telah memiliki valuasi Rp 3 triliun.

Valuasi tersebut naik lebih dari 100 persen setiap satu tahun.

Sebelumnya valuasi RANS ditaksir sempat mencapai Rp 1,46 triliun ketika anak perusahaan Grup Emtek menyuntikkan modal untuk penerbitan saham baru perusahaan.

Awal Desember 2021, emiten pengelola stasiun televisi swasta Tanah Air, Surya Media Citra (SCMA), lewat anak usahanya diketahui menyuntikkan dana secara bertahap hingga Rp 248 miliar.

Dana tersebut ditukar dengan kepemilikan 17 persen saham RANS.

Dalam paparannya kepada investor Juni 2022 lalu, SCMA menyebut RANS memiliki sejumlah perusahaan yang bergerak di lintas sektor termasuk grup media, ritel, FMCG, grup olahraga dan grup wisata.

Kala itu, SCMA juga menyebut terdapat 122 juta followers di seluruh ekosistem RANS atau setara dengan 40 persen populasi Indonesia.

Selain itu Raffi dan pengusaha Indonesia lainnya Rudy Salim telah mengakuisisi klub sepak bola Cilegon United FC.

Klub yang kemudian namanya diganti menjadi RANS Cilegon FC yang terima penghasilan dari sponsor juga. 

Raffi Ahmad juga menjadi duta merek atau brand ambassador. 

Ia pernah menjadi duta dari perusahaan pengiriman SiCepat Ekspres dan salah satu produk kecantikan yang berhasil memampangkan muka pesohor Indonesia di salah satu papan iklan di Time Square, New York.

Meski tidak bisa ditaksir berapa penghasilannya dari bidan ini, namun perkiraanya bisa ratusan juta untuk satu kali kontrak.

Kemudian yang tidak diragukan lagi yakni mengisi acara televisi.

Dengan frekuensi yang tinggi, pendapatan dari acara televisi tidak bisa dipandang sebelah mata.

Raffi Ahmad tidak pernah secara pribadi mengungkapkan total pendapatan dari acara TV, akan tetapi dalam wawancara dengan Roben Onsu dalam acara Podcast miliknya, Ruben menyebut pendapatan Raffi satu episode mencapai Rp 150 juta.

( TRIBUNLAMPUNG.CO.ID / Putri Salamah )

Berita artis lainnya

Berita Terkini