Berita Luar Negeri

Presiden Haiti Jovenel Moise Tewas Ditembak di Rumahnya

Presiden Haiti Jovenel Moise tewas ditembak kelompok bersenjata di rumahnya, yang berada di di perbukitan atas Port-au-Prince.

Penulis: Virginia Swastika | Editor: Heribertus Sulis
AFP/Timothy A Clarry
Ilustrasi Presiden Haiti Jovenel Moise. Presiden Haiti Jovenel Moise Tewas Ditembak Kelompok Bersenjata di Rumahnya 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID - Jovenel Moise, Presiden Haiti tewas ditembak kelompok bersenjata di kediamannya, pada Rabu (7/7/2021) dini hari.

Kabar Presiden Haiti tewas ditembak tersebut pun telah dikonfirmasi oleh Perdana Menteri Sementara Haiti, Dr. Claude Joseph.

Joseph mengatakan bahwa orang nomor satu di negara Haiti itu diserang di kediamannya, di perbukitan atas Port-au-Prince oleh kelompok bersenjata tak dikenal.

Melansir Metro UK, Kamis (8/7/2021) disebutkan bahwa saat menyerang Presiden Jonevel Moise, kelompok bersenjata tersebut sempat mengatakan sejumlah kata-kata penuh kebencian dalam bahasa Spanyol dan Inggris.

"Sekitar pukul satu dini hari di malam Selasa menuju Rabu, sekelompok orang tak dikenal yang beberapa di antaranya berbahasa Spanyol menyerang kediaman Presiden Haiti dan mencelakai sang kepala negara," kata Dr. Claude Joseph di dalam siaran pers.

Dirinya juga mengabarkan bahwa istri Presiden Haiti, Martine Moise terluka dan sempat kritis saat tiba di rumah sakit untuk mendapatkan perawatan.

Baca juga: Pemuda yang Mengaku Keponakan Jenderal Kini Jadi Tersangka

Meski begitu, belum ada keterangan lanjutan dari pemerintah Haiti kondisi terkini istri Presiden Haiti yang turut serta ditembak oleh kelompok bersenjata tak dikenal itu.

Ilustrasi Presiden Haiti Jovenel Moise. Presiden Haiti Jovenel Moise Tewas Ditembak Kelompok Bersenjata di Rumahnya
Ilustrasi Presiden Haiti Jovenel Moise. Presiden Haiti Jovenel Moise Tewas Ditembak Kelompok Bersenjata di Rumahnya (AFP/Pierre Michel Jean)

"Istrinya juga terluka akibat serangan tersebut, tetapi kini sudah mendapatkan penanganan medis.

Meski mengecam aksi penuh kebencian, tak beradab, dan barbar tersebut, Perdana Menteri Claude Joseph dan Kepolisian Haiti menyuarakan rakyatnya untuk tetap tenang.

Pasalnya, segala situasi keamanan negara saat ini berada di bawah kendali kepolisian dan tentara.

“Semua tindakan itu untuk menjamin kelangsungan negara juga melindungi bangsa," sambungnya lagi.

Berbicara kepada bangsa, Joseph bersumpah para pembunuh akan dibawa ke pengadilan dan mengatakan situasi keamanan saat ini masih terkendali.

Kekosongan kekuasaan pasca Presiden Haiti tewas itu kemudian diambil alih oleh para perdana menteri hingga diadakannya pemilihan presiden.

Dilansir dari BBC, Rabu (7/7/2021), beberapa laporan menyebutkan kelompok bersenjata itu adalah orang-orang yang menyamar sebagai bagian operasi penegakan narkoba AS saat memasuki kediaman sang Kepala Negara.

Namun Duta Besar Haiti untuk Amerika Serikat, Bocchit Edmond tak memercayai hal tersebut.

Sumber: Tribun Lampung
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved