Berita Lampung
KAI Tanjungkarang Lampung Bakal Tindak Tegas Pelecehan Penumpang Kereta Api
Potensi pelecehan seksual yang sering terjadi di dalam transportasi umum massal termasuk di antaranya kereta api.
Penulis: Dominius Desmantri Barus | Editor: Robertus Didik Budiawan Cahyono
Ringkasan Berita:
- PT KAI Divre IV Tanjungkarang Lampung tidak akan segan menindak tegas pelaku pelecehan di dalam kereta api.
- KAI mengimbau supaya orang yang melihat atau menjadi korban pelecehan seksual melapor.
- Laporan bisa disampaikan kepada petugas stasiun, kondektur, petugas keamanan di dalam kereta, maupun melalui Contact Center KAI 121.
Tribunlampung.co.id, Bandar Lampung - PT Kereta Api Indonesia (Persero) Divisi Regional (Divre) IV Tanjungkarang Lampung komitmen menciptakan layanan transportasi publik yang aman, nyaman dan bebas dari kekerasan.
Terutama terkait dengan potensi pelecehan seksual yang sering terjadi di dalam transportasi umum massal.
Manajer Humas KAI Divre IV Tanjungkarang Azhar Zaki Assjari, sejak dini menekankan bahwa pihaknya tidak akan segan menindak tegas pelaku pelecehan seksual di dalam kereta api.
Selain proses hukum yang berlaku oleh aparat, pelaku juga dapat dikenakan pemblokiran layanan atau blacklist penggunaan kereta api.
"Kami tidak menoleransi segala bentuk kekerasan maupun pelanggaran hukum di lingkungan kereta api," tegas Zaki, Selasa (24/2/2026).
Baca juga: Tahun Baru Imlek, KAI Divre IV Tanjungkarang Gelar Atraksi Barongsai di Stasiun
Dia mengungkap, bahwa KAI telah menyiapkan sejumlah langkan preventif melalui dari edukasi kepada masyarakat, pengawasan berlapis di area stasiun dan dalam rangkaian kereta.
Bahkan sampai pada peningkatan kewaspadaan seluruh petugas KAI. Yaitu dengan dibekali pemahaman untuk bertindak cepat, tegas, dan profesional apabila menemukan indikasi tindakan yang mengganggu keamanan serta kenyamanan penumpang.
KAI juga menyediakan berbagai kanal pelaporan sebagai bagian dari mekanisme perlindungan pelanggan.
Penumpang yang mengalami atau menyaksikan dugaan pelecehan seksual dapat segera melapor kepada petugas stasiun, kondektur, petugas keamanan di dalam kereta, maupun melalui Contact Center KAI 121.
"Setiap laporan akan kami tindak lanjuti secara cepat sesuai prosedur yang berlaku. Kami mengimbau pelanggan tidak ragu melapor apabila melihat atau mengalami tindakan mencurigakan," ucap Zaki.
Menurut dia, petugas keamanan KAI juga rutin melakukan patroli dalam rangkaian kereta untuk memastikan perjalanan berlangsung aman dan nyaman.
Selain pengawasan, KAI menghadirkan inovasi layanan yang mendukung kenyamanan pelanggan perempuan. Salah satunya melalui fitur Female Seat Map pada aplikasi Access by KAI, yang memungkinkan penumpang perempuan memilih tempat duduk sesuai preferensi agar merasa lebih aman dan nyaman selama perjalanan.
"Kami ingin memastikan ruang publik di lingkungan kereta api tetap aman dan bermartabat. Kami mengajak seluruh pelanggan untuk bersama-sama menciptakan perjalanan yang aman, nyaman, dan saling menghormati," tutup Zaki.
(Tribunlampung.co.id/Dominius Desmantri Barus)
| Pemprov Lampung dan KLH Bahas Pengelolaan Sampah |
|
|---|
| Unila Terapkan WFH, 50 Persen Pegawai Tetap Masuk Kantor |
|
|---|
| Wamendagri Sidak Hari Pertama WFH di Bandar Lampung, Pastikan Layanan Publik Normal |
|
|---|
| Kinerja Pemkot Bandar Lampung Baru 50 Persen, Wamen Tinjau Layanan saat WFH |
|
|---|
| UIN Raden Intan Lampung Lengang, Kuliah Daring dan Pegawai WFH |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/lampung/foto/bank/originals/Penumpang-kereta-api-melonjak-signifikan-selama-libur-Imlek-2026.jpg)