Mudik Lebaran

Polda Lampung Klaim Zero Accident saat Mudik Lebaran

Menurut staf ahli Kapolda Lampung Kombes Alim, keberhasilan penerapan arus mudik dengan catatan zero accident berkat kolaborasi antarinstansi.

Tayang:
Dokumentasi Polres Lampung Tengah/Fajar Ihwani Sidiq
KAWAL PEMUDIK - Polres Lampung Tengah mengawal pemudik motor yang melintas di Jalinsum Lampung Tengah, Kamis (19/3/2026). Polda Lampung mengeklaim tidak ada angka kecelakaan alias zero accident saat mudik Lebaran 2026. 

Tribunlampung.co.id, Bandar Lampung - Polda Lampung mengeklaim tidak ada angka kecelakaan alias zero accident saat mudik Lebaran 2026.

Menurut staf ahli Kapolda Lampung Kombes Alim, keberhasilan penerapan arus mudik dengan catatan zero accident berkat kolaborasi antarinstansi.

"Keberhasilan tersebut bukan karena TNI dan Polri serta Dishub semata, akan tetapi karena kolaborasi serta kekompakan semua pihak dalam meramu untuk memberikan chemistry yang terbaik," kata Alim saat diwawancarai di Masjid Al-Bakrie, Bandar Lampung, Senin (23/3/2026). 

Dia pun berharap zero accident juga dicapai dalam arus balik Lebaran.

"Diharapkan arus balik akan zero accident, karena memang sebelum Lebaran telah dilakukan imbauan edukasi dan literasi agar tetap berhati-hati saat mudik," imbuh Alim. 

Sementara itu, Polda Lampung akan menerapkan delay system untuk mengurai kemacetan saat arus balik Lebaran 2026. 

Alim mengatakan, delay system diterapkan pada momen arus balik Lebaran 1447 Hijriah. 

"Kita berkolaborasi dengan semua pihak untuk menerapkan delay system tersebut," tutur Alim. 

Alim menjelaskan, dalam arus balik ini kebanyakan pemudik akan menuju Pulau Jawa. 

"Jadi kemungkinan akan sedikit krusial dan strategi yang yang diterapkan dengan delay system yang akan kami terapkan," tuturnya. 

Kadishub Lampung Bambang Sumbogo mengatakan, puncak arus balik Lebaran 2026 diprediksi terjadi pada Selasa (24/3/2026). 

"Puncak balik itu sekitar tanggal 24 Maret, tapi tetap akan dilihat perkembangannya," kata Bambang, Senin (23/3/2026).

Sama halnya dengan arus mudik, ia menyebut momentum arus balik juga memerlukan penanganan manajemen lalu lintas yang ketat. 

Bambang menuturkan, pihaknya bersama Polda Lampung telah menyiapkan strategi delaying system atau sistem penundaan perjalanan untuk mengurai kepadatan di titik-titik krusial.

Strategi ini dirancang untuk mengatur ritme kendaraan yang menuju Pelabuhan Bakauheni agar tidak terjadi penumpukan di area dermaga.

Sumber: Tribun Lampung
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved