Berita Lampung
Komplotan Maling Motor di Lampung Diringkus, Hasil Curiannya Dijual via Facebook
Komplotan begal di Kalianda, Lampung Selatan, ternyata menjual motor hasil curian korban melalui Facebook, usai beraksi dengan celurit di jalan sepi.
Penulis: Dominius Desmantri Barus | Editor: Noval Andriansyah
Ringkasan Berita:
- Korban panik dikejar begal bercelurit di Kalianda. Motor korban terjatuh saat berusaha melarikan diri.
- Pelaku membawa kabur motor dan handphone korban. Polisi menangkap empat pelaku kasus begal tersebut.
- Motor curian dijual pelaku lewat Facebook. Polisi temukan motor korban di Bandar Lampung.
- Kerugian korban ditaksir mencapai Rp20 juta. Pelaku utama terancam sembilan tahun penjara.
Tribunlampung.co.id, Lampung Selatan - Aksi komplotan begal di Kalianda menyisakan trauma bagi korban yang sempat panik menyelamatkan diri saat dikejar pelaku bercelurit.
Dalam kondisi motor terjatuh di jalan sepi belakang SMKN 2 Kalianda, korban dan teman-temannya hanya bisa pasrah ketika sepeda motor serta handphone mereka dibawa kabur para pelaku.
Belakangan, polisi mengungkap motor hasil curian tersebut ternyata dijual secara online melalui Facebook oleh para pelaku.
Fakta itu terungkap setelah Tim Tekab 308 Presisi Polres Lampung Selatan bersama Polsek Kalianda meringkus empat orang yang terlibat dalam kasus pencurian dengan kekerasan (curas) atau begal tersebut.
Kapolsek Kalianda, IPTU Sulyadi SH mengatakan, kasus itu bermula dari laporan korban bernama Muhammad Reifan Al Fatih yang kehilangan sepeda motor Honda Vario 150 dan handphone usai diadang sekelompok pelaku bersenjata tajam pada Rabu (13/5/2026) sekitar pukul 18.00 WIB.
Baca juga: Kisah Ahmad Halau Maling Motor di Bandar Lampung, Alami Luka di Tangan dan Kaki
“Saat itu korban bersama enam temannya sedang bermain menggunakan dua sepeda motor. Ketika melintas di jalan belakang SMKN 2 Kalianda, mereka tiba-tiba dipepet dan dikejar pelaku yang membawa celurit,” kata IPTU Sulyadi, Sabtu (23/5/2026).
Karena ketakutan, korban bersama teman-temannya berusaha melarikan diri. Namun motor yang dikendarai korban terjatuh hingga akhirnya ditinggalkan di lokasi kejadian.
Situasi itu dimanfaatkan para pelaku untuk membawa kabur motor Honda Vario warna silver tahun 2021 beserta satu unit handphone Realme Note 50 milik korban. Akibat kejadian tersebut, korban mengalami kerugian sekitar Rp20 juta.
Setelah menerima laporan, polisi melakukan penyelidikan hingga akhirnya menangkap dua pelaku awal, yakni Fauzan Rafi Almugani dan Farel Delvino di sebuah rumah kontrakan di Desa Hara Banjarmanis, Kecamatan Kalianda, Senin (18/5/2026) sekitar pukul 16.00 WIB.
Dari hasil pemeriksaan, kedua pelaku mengaku menjual motor hasil curian melalui Facebook dengan bantuan rekannya bernama Muhammad Galih Kurnia.
Polisi kemudian bergerak ke Desa Buah Berak dan berhasil mengamankan Galih. Pengembangan kasus terus dilakukan hingga petugas memperoleh informasi bahwa motor korban telah berpindah tangan ke wilayah Bandar Lampung.
Petugas akhirnya menemukan motor Honda Vario milik korban yang dikuasai Fariz Sunan di kawasan Sukabumi, Bandar Lampung.
“Setelah dicek nomor rangka dan nomor mesin, dipastikan motor tersebut merupakan milik korban,” jelas IPTU Sulyadi.
Selain menangkap empat orang, polisi juga mengamankan barang bukti berupa satu unit Honda Vario 150 warna silver, BPKB, dan STNK kendaraan milik korban.
Saat ini seluruh tersangka diamankan di Polsek Kalianda untuk menjalani proses penyidikan lebih lanjut. Pelaku utama yang masih berusia 16 tahun dijerat Pasal 479 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP terkait tindak pidana pencurian dengan kekerasan dengan ancaman hukuman maksimal sembilan tahun penjara.
( Tribunlampung.co.id / Dominius Desmantri Barus )
| Disdag Bandar Lampung Sebut Harga Daging Sapi Stabil Rp 140 Ribu per Kg |
|
|---|
| PTMSI Bandar Lampung Fokus Berbenah, Dorong PTM Giat Pembinaan dan Tertib Administrasi |
|
|---|
| PLN Lampung Pastikan Kondisi Kelistrikan di Lampung Sudah Pulih 100 Persen |
|
|---|
| Pria Tewas dengan Posisi Duduk di Ruang Tamu, Sempat Ngeluh Masuk Angin |
|
|---|
| Blackout Sumatera, Akademisi Sebut Sistem Kelistrikan Masih Rentan Cuaca Ekstrem |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/lampung/foto/bank/originals/Komplotan-Maling-Motor-di-Lampung-Diringkus-Hasil-Curiannya-Dijual-via-Facebook.jpg)