Berita Lampung

Musim Kemarau, Damkar Pesawaran Minta Masyarakat Tingkatkan Kewaspadaan

Pemadam Kebakaran Pesawaran mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran hutan

Tayang:
Penulis: Oky Indra Jaya | Editor: taryono
Tribunlampung.co.id/Oky Indrajaya
WASPADA - Pemadam Kebakaran Kabupaten Pesawaran mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) serta ancaman kekeringan yang diperkirakan meningkat selama musim kemarau tahun ini. 

Ringkasan Berita:
  • Damkar Pesawaran ingatkan warga waspada karhutla & kekeringan saat musim kemarau.
  • Suhu panas hingga 41°C tingkatkan risiko kebakaran.
  • Penyebab utama: kelalaian manusia, pembakaran lahan & sampah, puntung rokok.

Tribunlampung.co.id, Pesawaran - Pemadam Kebakaran Kabupaten Pesawaran mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) serta ancaman kekeringan selama musim kemarau tahun ini.

Baca juga: Prakiraan Cuaca Lampung Selasa 9 Juni 2026, Hujan Ringan di Beberapa Wilayah

Kepala Pelaksana Damkar Kabupaten Pesawaran, Irwansyah, mengatakan berdasarkan pemantauan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), suhu panas di sejumlah wilayah Sumatera yang mencapai 41 derajat Celsius meningkatkan risiko karhutla di Pesawaran ke kategori waspada hingga rawan.

“Pesawaran memiliki karakteristik lahan kering, perkebunan, dan kawasan hutan yang rentan memicu titik api apabila terdapat pemantik sekecil apa pun. Karena itu, kesiapsiagaan seluruh elemen masyarakat sangat diperlukan,” ujar Irwansyah kepada Tribun Lampung, Selasa (9/6/2026).

Ia menjelaskan, sebagian besar kasus karhutla masih disebabkan oleh aktivitas manusia, baik karena kelalaian maupun kesengajaan, seperti pembukaan lahan dengan cara dibakar, pembuangan puntung rokok sembarangan, serta pembakaran sampah tanpa pengawasan.

Untuk itu, masyarakat diimbau tidak melakukan pembakaran lahan dalam kondisi apa pun, termasuk untuk membuka lahan pertanian atau membersihkan pekarangan.

Selain itu, warga juga diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran permukiman dengan memeriksa instalasi listrik secara berkala, tidak meninggalkan kompor menyala, serta mematikan perangkat elektronik yang tidak digunakan.

“Cuaca panas ekstrem dapat mempercepat pemanasan komponen elektronik yang berpotensi memicu kebakaran,” katanya.

Sebagai langkah pencegahan mandiri, masyarakat juga disarankan membersihkan semak belukar di sekitar rumah, menyediakan sumber air darurat seperti tandon atau alat pemadam sederhana, serta segera memadamkan api sekecil apa pun sebelum meluas.

Dalam menghadapi musim kemarau, Damkar Pesawaran menyiagakan personel selama 24 jam di Posko Utama Gedong Tataan serta posko sektor di Tegineneng dan Padang Cermin. Seluruh armada mobil pemadam dan mesin pompa portabel dipastikan dalam kondisi siap operasional.

Selain ancaman kebakaran, musim kemarau juga berpotensi menimbulkan krisis air bersih. Damkar Pesawaran menyatakan siap membantu pendistribusian air bersih kepada masyarakat terdampak.

“Kami siap bersinergi dengan BPBD dan pihak terkait untuk menyuplai air bersih. Armada tangki pemadam dapat dialihfungsikan untuk distribusi ke wilayah terdampak,” jelasnya.

Masyarakat yang membutuhkan bantuan dapat mengajukan permohonan melalui kepala dusun atau kepala desa dengan menyampaikan surat resmi ke Satuan Polisi Pamong Praja dan Pemadam Kebakaran atau posko Damkar terdekat. Laporan juga dapat disampaikan melalui call center maupun layanan WhatsApp.

Dalam pengajuan, warga diminta mencantumkan identitas pelapor, alamat lengkap, jumlah kepala keluarga terdampak, serta lokasi penampungan air.

Damkar akan memprioritaskan distribusi ke wilayah dengan tingkat kekeringan kritis, terutama daerah yang sumber air tanah maupun sumur warganya telah kering.

Irwansyah menegaskan layanan distribusi air bersih diberikan secara gratis, dengan waktu respons maksimal 1x24 jam setelah laporan diverifikasi, menyesuaikan kondisi lapangan dan ketersediaan armada.

“Kami mengajak masyarakat untuk peduli terhadap lingkungan, menggunakan air secara bijak, serta segera melaporkan jika menemukan titik api atau membutuhkan penanganan darurat. Mencegah kebakaran adalah tanggung jawab bersama,” tutupnya.

(Tribunlampung.co.id/ Oky Indrajaya)

 

Sumber: Tribun Lampung
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved