Berita Terkini Nasional

Kepsek Anggap Wajar Ada Ulat dalam Menu MBG, 'Justru Itu Sehat'

Kepala SMAN 1 Kamal, Mohammad Sairi, menganggap wajar adanya ulat dalam menu program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang disajikan.

Editor: Kiki Novilia
Tribunlampung.co.id / Bayu Saputra
ULAT DI MBG - Ilustrasi siswa menyantap menu MBG. Kepala SMAN 1 Kamal, Mohammad Sairi, menganggap wajar adanya ulat dalam menu program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang disajikan. 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, Madura - Kepala SMAN 1 Kamal, Mohammad Sairi, menganggap wajar adanya ulat dalam menu program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang disajikan. 

Program Makan Bergizi Gratis (MBG) merupakan salah satu program unggulan pemerintah yang dirancang untuk memastikan setiap anak di Indonesia mendapatkan asupan gizi yang cukup. MBG menjadi program unggulan Presiden Prabowo Subianto.

Hal ini dia sampaikan usai viral foto tentang keberadaan 2 ekor ulat pada menu MBG yang beredar di sejumlah grup WhatsApp. Ditemukannya ulat pada makanan siswa SMAN 1 Kamal itu memicu kembali kekhawatiran para wali siswa.

Terkait isu tersebut, Mohammad Sairi akhirnya buka suara. Ia membenarkan bahwa memang ditemukan ulat dalam menu MBG di sekolahnya.

“Betul, itu Senin kemarin, saya mendengar dari cabang dinas tentang ulat pada menu MBG di sekolah kami. Ada dua ulat yang sudah mati pada sayur singkong, hanya satu porsi MBG,” ungkap Sairi, ketika dikonfirmasi Tribun Madura pada Selasa (28/10/2025).

Ia menilai, keberadaan ulat pada sayuran merupakan hal yang wajar sekaligus sebagai pertanda bahwa sayuran itu kondisinya sehat. Artinya, sayuran tersebut tidak terlalu banyak kandungan pestisida atau zat kimia untuk melindungi tanaman sayur dari hama.

“Wajar kalau di sayur ada ulat karena justru kondisi sayurnya itu sehat, mungkin yang membersihkan sayuran kurang teliti sehingga ulat masih lengket. Beda halnya dengan ulat apabila ditemukan pada menu olahan daging,” kata eks Kepala SMAN 3 Bangkalan itu.

Satgas MBG Pemkab Bangkalan, Dr Bambang Budi Mustika mengungkapkan, pihak dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang mendistribusikan menu MBG untuk siswa SMAN 1 Kamal langsung melapor atas temuan dua ekor ulat mati.

“Ditemukan hanya pada satu ompreng. Pihak SPPG langsung meminta maaf, menarik kembali, dan memberikan ganti satu porsi MBG kepada siswa yang bersangkutan,” ungkap Bambang melalui sambungan selulernya.

Pertengahan September 2025 lalu menjadi momen paling mengkhawatirkan berkaitan kualitas menu MBG di Kabupaten Bangkalan. Rentetan permasalahan mulai dari MBG basi hingga teuan ulat dan belatung terus menggelinding hingga menjadi sorotan publik. 

Diawali dengan penarikan ribuan porsi menu MBG di sejumlah titik distribusi karena berbau amis. Seperti di SMAN 3, SMKN 1, SMKN 2, SDN Mlajah 1, dan SDN Mlajah 2 yang berlokasi di kawasan Kota Bangkalan pada 16 September 2025.

Disusul kemunculan belatung pada menu MBG distribusi SPPG JK Restu Bumi Anyar yang didistribusikan ke SDN Bumi Anyar 1 dan SD Paseseh 1, Kecamatan Tanjung Bumi pada 19 September 2025.

Bahkan hingga ditemukan ulat merayap pada dinding food tray yang direkam warga melalui kamera video ponsel dan disebarluaskan pada  23 September 2025.

Kondisi itu langsung direspon tegas oleh Satgas MGB Pemkab Bangkalan dengan memanggil barisan SPPG.

Mulai dari SPPG JK Restu Bumi Anyar hingga Koordinator Wilayah SPPG Kabupaten untuk dimintai keterangan dalam Rapat Klarifikasi yang digelar di kantor pemkab setempat pada 23 September 2025.

Hasil rapat menguak sejumlah fakta, keberadaan belatung pada menu MBG distribusi Jumat untuk SDN Bumi Anyar dan SDN Paseseh 1 berasal dari lalat yang hinggap dan bertelur. Sementara ulat yang muncul pada menu MBG diduga karena proses pencucian sayur yang kurang bersih.

“Setelah rentetan peristiwa beberapa waktu lalu, kami secara inten berkomunikasi melalui grup WhatsApp. Insya Allah di Bangkalan semakin membaik penyajian MBG terhadap penerima manfaat, hanya kemarin itu ada dua ulat yang sudah mati,” tegas Bambang.

Berdasarkan proyeksi Badan Gizi Nasional (BGN), total kebutuhan dapur SPPG di Kabupaten Bangkalan mencapai 93 unit. Dari target tersebut, 24 dapur SPPG telah beroperasi dan sekitar 14 unit lainnya masih berstatus running.

“SPPG yang berstatus running itu sudah ada kepala SPPG nya namun belum beroperasi. Semoga ke depan pelayanan SPPG di Kabupaten Bangkalan tidak ada kendala lagi,” pungkas Bambang.

Berita selanjutnya Baru 12 dari 622 Dapur MBG di Lampung yang Kantongi Surat Laik Higine Santasi

Sumber: Tribun Lampung
Tags
MBG
Ulat
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved