Berita Terkini Nasional

Pembunuh Anak Bos Sate Ditangkap 100 Km dari TKP, Polisi Temukan BB Penting

Pembunuh anak bos sate di Boyolali akhirnya ditangkap aparat kepolisian sekitar 100 kilometer dari lokasi kejadian di Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah.

Tayang:
TribunSolo.com/Tri Widodo
PERAMPOKAN SADIS - Polisi melakukan olah tempat kejadian perkara di rumah warga yang dirampok di Desa Pengkol, Karanggede, Boyolali pada Kamis (29/1/2026). Pembunuh anak bos sate di Boyolali akhirnya ditangkap aparat kepolisian sekitar 100 kilometer dari lokasi kejadian di Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah. Penangkapan terhadap terduga pelaku berinisial AG (30) itu, dilakukan jajaran Polres Boyolali bersama Jatanras Polda Jateng, kurang dari 24 jam seusai kejadian, Jumat (30/1/2026). 
Ringkasan Berita:
  • Pembunuh anak bos sate di Boyolali ditangkap polisi di Kabupaten Kudus, Jateng.
  • Terduga pelaku berinisial AG (30), ditangkap kurang dari 24 jam setelah kejadian.
  • Perampokan terjadi di Dukuh Pengkol, Karanggede, Boyolali, Kamis (29/1/2026).
  • Korban anak AO (6) tewas, ibu Daryanti (34) kritis namun selamat. Polisi masih mendalami motif dan melakukan pemeriksaan lanjutan.

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, Boyolali - Pembunuh anak bos sate di Boyolali akhirnya ditangkap aparat kepolisian sekitar 100 kilometer dari lokasi kejadian di Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah.

Penangkapan terhadap terduga pelaku berinisial AG (30) itu, dilakukan jajaran Polres Boyolali bersama Jatanras Polda Jateng, kurang dari 24 jam seusai kejadian, Jumat (30/1/2026).

Saat ini, terduga pelaku sedang dalam perjalanan menuju Boyolali.

Insiden perampokan dan pembunuhan di rumah bos sate itu terjadi tepatnya di Dukuh Pengkol, Desa Pengkol, Kecamatan Karanggede, Kabupaten Boyolali, pada Kamis (29/1/2026) sore.

Perampokan adalah tindak kejahatan mengambil barang milik orang lain dengan menggunakan kekerasan atau ancaman kekerasan terhadap korban. Dalam hukum pidana Indonesia, perampokan termasuk pencurian dengan kekerasan, diatur dalam Pasal 365 KUHP.

Dikutip Tribunlampung.co.id dari Tribunnews.com, pelaku diringkus di Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, pada Jumat dini hari atau kurang dari 24 jam setelah perampokan terjadi.

“Dalam kurun waktu kurang dari 24 jam, kami tim Polres Boyolali bersama Jatanras Polda Jateng berhasil mengungkap terduga pelaku dari peristiwa tersebut,” kata Kapolres AKBP Indra Maulana setelah pemakaman korban di rumah duka, Jumat, dikutip dari Tribun Solo.

“Saat ini pelaku sedang dalam perjalanan untuk kami lakukan pemeriksaan lebih lanjut dan melakukan pengembangan peristiwa,” kata Indra.

Identitas pelaku

Indra berkata pelaku berinisial AG (30). Polisi juga menyita barang bukti (barbuk) berupa kendaraan milik korban yang sempat dibawa kabur.

Kapolres Boyolali itu menyebut polisi masih mendalami motif pelaku nekat melakukan perampokan.

“Untuk motif dan lain-lain, harap sabar, masih dalam proses pendalaman lebih lanjut," kata Indra.

Ibu terluka, anaknya tewas

Pelaku perampokan menyasar rumah Purwanto, seorang bos sate, Kamis sore, (29/1/2026). Di dalam rumah itu terdapat istri Purwanto, Daryanti (34), dan anak mereka, AO (6).

Sementara itu, Purwanto sedang berada di Kota Singkawang, Kalimantan Barat, saat kejadian.

Menurut AKBP Indra pelaku perampokan diduga melancarkan aksinya seorang diri dengan membawa senjata tajam untuk melukai korban.

AO ditemukan tewas di rumah, sementara Daryanti berada dalam kondisi kritis karena terluka pada lehernya. Akibat luka itu, dia harus menerima puluhan jahitan.

Baca juga: Nasib Daryanti Seusai Jadi Korban Perampokan, Istri Bos Sate Dijahit Cukup Banyak

Saat ini Daryanti sudah sadar dan sedang dirawat intensif di rumah sakit. Ibu itu menjadi satu-satunya korban selamat.

“Luka [Daryanti] pada leher akibat benda tajam,” kata AKBP Indra, Kamis, (29/1/2026), dikutip dari Tribun Solo.

Dia berkata luka Daryanti termasuk parah sehingga korban memerlukan banyak jahitan dan penanganan medis lanjutan.

Adapun AO ditemukan tewas di kamar mandi rumah mereka. Menurut polisi, tidak ada luka terbuka pada tubuh AO.

AO ditemukan di dalam ember plastik di kamar mandi. Ketika dia ditemukan, kepalanya masuk ke dalam ember yang penuh dengan air.

“Untuk penyebab kematian masih menunggu hasil autopsi,” kata Indra.

Awalnya diketahui oleh Ngatirin

Ngatirin, paman AO, adalah orang yang pertama kali mengetahui perampokan itu. 

Mulanya Ngatirin dihubungi oleh Purwanto, suami Daryanti, yang saat kejadian berada di Kalimantan Barat.

Ngatirin kemudian segera melihat kondisi rumah keluarga Purwanto. Ketika tiba di sana, dia kaget karena mendapati Daryanti terluka parah. Adapun AO telah tewas.

Peristiwa itu awalnya tidak diketahui warga karena rumah korban yang terbilang besar dan megah itu berjauhan dengan rumah tetangga. 

Di kanan dan kiri rumah berwarna krem itu terdapat kebun jati. Selain itu, di depan dan belakang rumah korban juga terdapat kebun jati.

Tidak ada warga yang mengetahui atau mendengar teriakan ketika perampokan berlangsung. Rumah tetangga terdekat berjarak sekitar 20 meter dari rumah korban.

Sumber: Tribunnews
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved