Berita Viral

Bahlil Santai Kampusnya Tak Ada di Google, Tegaskan yang Penting Kualitas Diri

Bahlil Lahadalia menyatakan bahwa kampus tempatnya menimba ilmu tidak bisa ditemukan di mesin pencarian Google.

Tayang:
Penulis: Kiki Novilia | Editor: Kiki Novilia
Bambang Ismoyo/Tribunnews.com
KAMPUS BAHLIL - Bahlil Lahadalia saat ditemui di Kawasan Kompleks Parlemen, Jakarta, Rabu (13/11/2024). Bahlil menyatakan bahwa kampus tempatnya menimba ilmu tidak bisa ditemukan di mesin pencarian Google. 
Ringkasan Berita:
  • Bahlil Lahadalia menyatakan bahwa kampus tempatnya menimba ilmu tidak bisa ditemukan di mesin pencarian Google.
  • Meski begitu, Bahlil menyebut belum tentu lulusan kampus yang tidak ditemukan di Google akan kalah dengan lulusan kampus yang ditemukan di Google.
  • Ia menyebut, yang lebih penting adalah kualitas diri individunya, bukan kampusnya. 

Tribunlampung.co.id, Jakarta - Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menyatakan bahwa kampus tempatnya menimba ilmu tidak bisa ditemukan di mesin pencarian Google.

“Saya enggak pernah kuliah di ITB atau di manalah. Saya ini, kan, kampus saya enggak ada di Google,” kata Bahlil ketika menyampaikan pidatonya tentang ketahanan energi pada forum “Sinergi Alumni IPB untuk Bangsa” di Hotel Borobudur, Jakarta, dikutip dari Tribunnews, Selasa (5/5/2026).

Diketahui Bahlil Lahadalia pernah menempuh pendidikan tinggi di Akademi Keuangan dan Perbankan (Akubank) yang saat ini menjadi Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Port Numbay di Jayapura. 

Bahlil lantas melanjutkan ke jenjang S2 bidang ekonomi di Universitas Cenderawasih di Papua.

Tak berhenti di sana, dirinya lalu meraih gelar doktor dari Universitas Indonesia tahun 2024, tetapi gelarnya ditangguhkan karena ditemukan dugaan pelanggaran etik dan akademik.

Baca juga: Sindiran Bahlil ke Orang Kaya yang Beralih ke BBM Subsidi, Akan Perketat Pengawasan

Meski begitu, Bahlil menyebut belum tentu lulusan kampus yang tidak ditemukan di Google akan kalah dengan lulusan kampus yang ditemukan di Google.

“Saya kebetulan menganut mazhab bahwa kampus tidak menjamin kualitas seorang mahasiswa. Yang menjamin kualitas seorang mahasiswa itu mahasiswa itu sendiri, apalagi rektornya nggak jelas, gitu, kan” ujar dia yang kemudian disambut dengan riuhan tawa para alumni IPB.

Dalam momen itu Bahlil sempat bertanya kepada Dr. Alim Setiawan Slamet yang menjadi Rektor IPB pada usia 43 tahun.

“Usia 43, (pendidikan) doktornya enggak sampai 2 tahun? Bahaya ini soalnya. Bahaya kalau ada doktor tidak lebih 4 semester. Berbahaya itu,” katanya sembari tertawa.

Adapun pada tahun 2024 Bahlil sempat menjadi sorotan karena menyelesaikan pendidikan doktor di Kajian Stratejik dan Global UI hanya dalam waktu 1 tahun lebih 8 bulan. Di samping itu, dia memperoleh predikat cumlaude.

Akan tetapi, gelar doktornya menimbulkan kontroversi. Disertasi dia yang berjudul Kebijakan, Kelembagaan, dan Tata Kelola Hilirisasi Nikel yang Berkeadilan dan Berkelanjutan di Indonesia itu tercoreng oleh dugaan plagiarisme.

UI kemudian menangguhkan gelar doktor Bahlil dan memintanya melakukan revisi.

Sumber: Tribunnews
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved