Berita Terkini Nasional

Firasat Tak Biasa Ibunda WW Sebelum Temukan Putrinya Dililit Ular Piton Raksasa

Firasat pilu seorang ibu di Buton: Khawatir anak tak kunjung pulang kebun, saat dicari justru ditemukan tewas dalam lilitan maut ular piton raksasa.

Tayang:
KOMPAS.com
ULAR PITON RAKSASA - Foto ilustrasi, ular piton sedang telan mangsa. Seorang ibu berinisial WW (42) asal Desa Poogalampa, Kecamatan Batauga, Kabupaten Buton Selatan, Sulawesi Tenggara, tewas seusai dililit ular piton raksasa, ketika berada di kebun. 

Ringkasan Berita:
  • WW (42), warga Buton Selatan, ditemukan tewas setelah dililit ular piton saat pergi ke kebun.
  • Korban dicari keluarga karena tak kunjung pulang hingga petang.
  • Kakak korban menemukan WW dalam lilitan ular dan langsung menebas kepala reptil tersebut.
  • Namun korban sudah meninggal akibat kehabisan napas.
  • Jasad korban dievakuasi dan dimakamkan oleh keluarga.

Tribunlampung.co.id, Sulawesi Tenggara - Langkah kaki WA, seorang ibu di Desa Poogalampa, Kecamatan Batauga, Kabupaten Buton Selatan, Sulawesi Tenggara, mendadak terasa begitu berat.

Baca juga: Kekhawatiran Ibu Ungkap Keberadaan Putrinya yang Sudah Tak Bernyawa Terlilit Ular Piton

Hari sudah berganti petang, namun anak perempuan tercintanya, WW (42), yang berpamitan pergi ke kebun sejak pagi buta tak kunjung menampakkan batang hidungnya di ambang pintu rumah.

Kekhawatiran seorang ibu tak pernah berbohong. Firasat mengganjal yang berkecamuk di dada WA sejak Jumat (5/6/2026) sore itu akhirnya menuntunnya pada kenyataan paling mengerikan dan menyayat hati.

Sang putri ditemukan telah mengembuskan napas terakhirnya dalam dekapan maut seekor ular piton raksasa.

Dikutip dari TribunnewsSultra.com, petaka di hari kelabu itu bermula ketika WW berangkat menuju kebun keluarga sekitar pukul 08.00 WITA. Namun, hingga jarum jam bergeser ke pukul 18.15 WITA dan langit mulai meremang, WW tidak juga kembali. 

Rasa cemas yang membuncah membuat WA memutuskan untuk menyusul ke kebun, ditemani oleh putra korban yang juga cucunya, LR.

Harapan untuk melihat senyum WW di tengah jalan seketika sirna. Sekitar 100 meter sebelum mencapai area kebun, WA dan LR mendadak menghentikan langkah.

Jantung mereka berdegup kencang saat melihat sebuah bakul anyaman, yang biasa digunakan korban untuk wadah hasil kebun, tergeletak bisu di atas tanah, di sela-sela semak jalan setapak yang sunyi.

Merasa ada sesuatu yang sangat tidak beres, LR bergegas lari kembali ke kampung untuk meminta bantuan. Ia kemudian bertemu dengan paman atau kakak kandung korban yang bernama LM.

Tanpa membuang waktu, LM yang membawa sebilah parang langsung menerobos kegelapan hutan untuk mencari keberadaan adiknya.

Tebasan Parang di Tengah Lilitan Maut

Pencarian singkat itu berakhir dengan jerit histeris yang memecah keheningan malam. Di tengah rimbunnya semak belukar, LM menyaksikan pemandangan yang teramat mengerikan.

Tubuh adiknya, WW, tampak sudah tak berdaya dalam cengkeraman lilitan ketat seekor ular piton berukuran besar.

Melihat adiknya digulung hidup-hidup, LM yang diselimuti amarah dan kepanikan langsung menghujamkan parangnya dengan membabi buta.

Ia menebas tepat di bagian kepala ular tersebut hingga terputus. Begitu kepala sang predator terpisah, lilitan maut yang mengunci tubuh WW pun perlahan-lahan terlepas.

Namun, mukjizat tidak datang malam itu. Saat lilitan ular terurai, tubuh ringkih WW sudah terbujur kaku.

Sumber: Tribun sultra
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved