Berita Lampung

Empat Hari Dicari, Bocah 6 Tahun yang Terseret Arus Way Pisang Ditemukan Tewas

K (6) bocah yang dilaporkan tenggelam dan terseret arus Sungai Way Pisang akhirnya ditemukan dalam kondisi telah meninggal dunia.

Tayang:
Dokumentasi SAR Bakauheni
BOCAH TENGGELAM MENINGGAL - Tim SAR Gabungan akhirnya menemukan K (6), bocah yang dilaporkan tenggelam dan terseret arus Sungai Way Pisang di Dusun 3, Desa Palas Aji, Kecamatan Palas, Kabupaten Lampung Selatan pada hari keempat operasi pencarian, Selasa (9/6/2026) 

Ringkasan Berita:
  • K (6) bocah yang dilaporkan tenggelam dan terseret arus Sungai Way Pisang di Dusun 3, Desa Palas Aji, Kecamatan Palas, Kabupaten Lampung Selatan akhirnya ditemukan. 
  • Korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia pada hari keempat operasi pencarian, Selasa (9/6/2026) sekitar pukul 11.30 WIB.
  • Sebelumnya, korban dilaporkan hilang setelah terseret arus Sungai Way Pisang pada Sabtu (6/6/2026).

Tribunlampung.co.id, Lampung Selatan - Tim SAR Gabungan akhirnya menemukan K (6), bocah yang dilaporkan tenggelam dan terseret arus Sungai Way Pisang di Dusun 3, Desa Palas Aji, Kecamatan Palas, Kabupaten Lampung Selatan.

Baca juga: Asap Hitam Tebal Selimuti Lampung Selatan Usai Gudang CPO Terbakar Hebat

Korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia pada hari keempat operasi pencarian, Selasa (9/6/2026) sekitar pukul 11.30 WIB.

Jasad korban ditemukan di aliran sungai sebelum memasuki Desa Palas Pasma atau sekitar 1,5 kilometer dari titik terakhir korban terlihat (Last Known Position/LKP).

Kepala Pos SAR Bakauheni, Rezie Kuswara, mengatakan keberhasilan tersebut merupakan hasil penyisiran intensif yang dilakukan Tim SAR Gabungan selama empat hari berturut-turut.

Pada hari terakhir pencarian, tim dibagi menjadi dua regu untuk memperluas area penyisiran. Regu pertama melakukan pencarian dari LKP hingga Desa Palas Pasma, sedangkan regu kedua menyisir aliran sungai dari Desa Palas Pasma menuju kawasan Pusingan atau Way Kampung.

Komandan Tim Operasi Pencarian, Feriansah, menjelaskan jasad korban ditemukan tersangkut di antara tumpukan sampah di bawah jembatan ambruk yang berada di perbatasan Desa Palas Pasma dan Desa Palas Aji.

"Korban ditemukan sekitar pukul 11.30 WIB. Lokasinya kurang lebih 1,5 kilometer dari LKP dan berada di bawah jembatan ambruk yang menjadi batas Desa Palas Pasma dan Desa Palas Aji," ujarnya.

Berdasarkan pemeriksaan awal di lokasi, tidak ditemukan tanda-tanda luka maupun indikasi kekerasan pada tubuh korban.

Menurut Feriansah, proses pencarian sempat menghadapi sejumlah kendala, terutama pada hari pertama dan kedua operasi. Tingginya debit air akibat hujan deras di wilayah hulu membuat arus sungai menjadi cukup deras sehingga menyulitkan proses penyelaman dan penyisiran.

Selain itu, tumpukan sampah yang memenuhi aliran sungai dari Desa Palas Aji hingga Desa Palas Pasma turut menghambat pergerakan personel SAR di lapangan.

"Arus sungai cukup deras karena curah hujan tinggi di bagian hulu. Ditambah lagi banyak tumpukan sampah di sepanjang aliran sungai yang menjadi hambatan selama pencarian," katanya.

Operasi pencarian melibatkan berbagai unsur, di antaranya Pos SAR Bakauheni, pemerintah kecamatan dan desa setempat, Koramil Palas, Polsek Palas, Dinas Pemadam Kebakaran Lampung Selatan, BPBD Lampung Selatan, Banser NU Lampung Selatan, serta masyarakat.

Setelah korban ditemukan, operasi SAR resmi ditutup dan seluruh personel yang terlibat dikembalikan ke satuan masing-masing.

Pihak SAR juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh unsur dan masyarakat yang telah berpartisipasi dalam proses pencarian hingga korban berhasil ditemukan.

Sebelumnya, korban dilaporkan hilang setelah terseret arus Sungai Way Pisang pada Sabtu (6/6/2026).

Sumber: Tribun Lampung
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved