Universitas Teknokrat Indonesia
Belajar Pengisian SIMAK, Mahasiswa Teknokrat Kunjungi Masjid Al-Hijrah
Mahasiswa Teknik Sipil Universitas Teknokrat Indonesia kunjungan lapangan (field trip) di Masjid Al-Hijrah.
Penulis: sulis setia markhamah | Editor: Endra Zulkarnain
TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, Bandar Lampung - Mahasiswa Program Studi Teknik Sipil Universitas Teknokrat Indonesia (UTI) kunjungan lapangan (field trip) di Masjid Al-Hijrah.
Kunjungan ini difokuskan pada pengujian non-destruktif (Non-Destructive Test) menggunakan Hammer Test serta evaluasi visual terhadap kondisi beton pada kolom-kolom utama bangunan masjid.
Menjadi wujud nyata penerapan Tri Dharma Perguruan Tinggi dan implementasi dari metode Project-Based Learning.
Saat asesmen ini, para mahasiswa memadukan metode konvensional dengan pemanfaatan teknologi digital melalui pengisian form penilaian dari Sistem Informasi Manajemen Kelaikan Bangunan Gedung (SIMAK).
Kegiatan ini didampingi langsung dosen dari Universitas Teknokrat Indonesia yaitu Dr. Ir. Lilik Ariyanto, S.T., M.T., IPM., ASEAN Eng., Ir. Sari Anton, S.T., M.T., Sefrinta Sasma Murdiagatma, S.T., M.T., Ir. Susarman, S.T., M.T., dan Rahma Sopilawati S.Ars., M.T.
Serta diikuti puluhan mahasiswa yang tengah menempuh mata kuliah Teknologi Bahan Konstruksi dan Forensik Struktur.
Masjid Al-Hijrah dipilih sebagai lokasi objek kajian karena memiliki struktur kolom yang dinilai representatif untuk mewakili bangunan fasilitas publik yang telah beroperasi dalam jangka waktu tertentu.
Bagi mahasiswa Teknik Sipil UTI, kegiatan ini bukan sekadar kunjungan biasa, melainkan sebuah simulasi profesional untuk merasakan langsung atmosfer kerja seorang konsultan forensik struktur atau auditor bangunan.
Kaprodi Fakultas Teknik dan Ilmu Komputer menyampaikan, kegiatan turun ke lapangan seperti ini sangat krusial.
"Kami tidak ingin mahasiswa hanya menjadi ahli teori di dalam kelas. Dengan memegang alat langsung, mengamati retakan secara visual, dan menginput data ke sistem digital seperti SIMAK, mereka sedang membangun intuisi engineering yang kuat," ujarnya di sela-sela persiapan kegiatan.
Kegiatan di lapangan dibagi menjadi dua tahapan besar yang saling berkaitan, yaitu uji visual dan uji mekanis non-destruktif.
1. Pemeriksaan Uji Visual (Visual Inspection)
Sebelum alat-alat mekanis diturunkan, mahasiswa terlebih dahulu melakukan visual inspection menggunakan form standar yang telah diadaptasi dari SIMAK. Pada tahap ini, ketelitian mata dan objektivitas mahasiswa diuji. Mereka menyisir setiap sudut kolom beton pada bangunan Masjid Al-Hijrah untuk mendeteksi adanya cacat fisik.
Beberapa poin penting yang dicatat dalam form uji visual meliputi:
• Retak (Cracking): Mengidentifikasi jenis retak, apakah termasuk retak rambut (superficial) atau retak struktural yang menembus selimut beton.
• Keropos (Honeycombing): Memeriksa apakah ada rongga-rongga udara pada beton akibat pemadatan yang kurang sempurna saat pengecoran masa lalu.
• Delaminasi dan Spalling: Mengamati adanya pengelupasan selimut beton yang biasanya dipicu oleh korosi pada besi tulangan di dalamnya.
Setiap temuan visual difoto, diukur dimensinya menggunakan crack ruler, dan langsung dipetakan posisinya di dalam form SIMAK.
2. Pengujian dengan Hammer Test (Uji Pantul Beton)
Setelah data visual terkumpul, mahasiswa melanjutkan ke tahap pengujian mekanis menggunakan alat Digital Concrete Rebound Hammer Test. Pengujian ini bertujuan untuk memperkirakan nilai kuat tekan beton (compressive strength) pada kolom tanpa merusak struktur bangunan sedikit pun.
Prosedur pengujian dilakukan secara ketat sesuai standar SNI:
1. Persiapan Permukaan: Mahasiswa membersihkan permukaan kolom beton dari plesteran atau cat menggunakan batu gerinda hingga permukaan beton asli terlihat rata.
2. Penentuan Titik Tembak: Membuat grid atau jaringan titik (biasanya 5 hingga 9 titik tembak pada satu area uji) dengan jarak minimal 25 mm antar titik.
3. Pengujian (Aksi): Alat hammer ditekan secara tegak lurus pada permukaan kolom.
Energi pantulan dari pegas di dalam alat akan memunculkan nilai Rebound Number (R).
Menariknya, karena arah tembakan dilakukan secara horizontal pada kolom, mahasiswa harus menghitung faktor koreksi sudut kemiringan alat untuk memastikan data kapasitas kuat tekan yang dihasilkan benar-benar akurat.
Salah satu nilai tambah pada kunjungan lapangan mahasiswa Universitas Teknokrat Indonesia kali ini adalah penggunaan form dari platform SIMAK Bangunan Gedung.
Di era digital ini, laporan berbasis kertas (paper-based) mulai digantikan oleh sistem yang terintegrasi.
Dengan menggunakan gawai atau tablet, mahasiswa langsung menginput data Rebound Number dari Hammer Test beserta hasil foto kerusakan dari uji visual ke dalam form digital SIMAK.
Sistem ini secara otomatis membantu mengklasifikasikan tingkat keandalan dan derajat kerusakan komponen beton kolom, apakah masuk dalam kategori rusak ringan, sedang, atau berat.
Pengalaman menggunakan aplikasi SIMAK ini memberikan gambaran nyata kepada mahasiswa mengenai bagaimana tata cara pengajuan Sertifikat Laik Fungsi (SLF) sebuah bangunan gedung yang kini menjadi standar regulasi ketat di Indonesia.
Bagi pengurus Masjid Al-Hijrah, kegiatan yang dilakukan oleh civitas akademika Universitas Teknokrat Indonesia ini dirasakan sangat bermanfaat.
Hasil rekapitulasi data dari pengujian Hammer Test dan uji visual ini nantinya akan diserahkan dalam bentuk dokumen laporan rekomendasi teknis.
Dokumen ini dapat menjadi panduan bagi pihak takmir masjid jika ingin melakukan perawatan (maintenance) atau rencana pengembangan bangunan di masa depan.
Bagi mahasiswa, kegiatan ini sukses mematangkan kesiapan kerja mereka. Mereka tidak hanya belajar cara membaca angka di alat, tetapi juga belajar mengidentifikasi masalah, menganalisis risiko struktur, dan menghasilkan solusi berbasis data ilmiah.
Melalui kunjungan lapangan ke Masjid Al-Hijrah ini, Universitas Teknokrat Indonesia kembali membuktikan komitmennya sebagai ASEAN Best Private University.
Terus menelurkan inovasi pendidikan, mencetak lulusan teknik sipil yang siap kerja, responsif terhadap teknologi digital, serta berdampak langsung bagi kemaslahatan fasilitas publik di masyarakat.
(TRIBUNLAMPUNG.CO.ID/rls)
| Alumni Teknokrat Sekar Kinasih Sukses Tapaki Karier di Perbankan Syariah |
|
|---|
| Universitas Teknokrat Indonesia Kurban di Masjid Agung Al-Hijrah, 3 Sapi dan 20 Kambing Disembelih |
|
|---|
| Tim Krakatau UX Teknokrat Raih Juara 3 Nasional Ajang KAIDAS 2026 |
|
|---|
| Mahasiswa Teknokrat Juara 3 Ajang Nasional Cyberware CTF 2026 |
|
|---|
| Mahasiswa Teknokrat Ajari Siswa Pariwisata SMKN 3 Bandar Lampung terkait CS dan Pengelolaan Telepon |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/lampung/foto/bank/originals/tekno-1027.jpg)