UIN Raden Intan Lampung

Rektor UIN RIL Tekankan Perkuat Penegakkan Integritas Saat Hadiri Webinar KPK-Kemenag RI

UIN Raden Intan Lampung tegaskan komitmen memperkuat budaya integritas dan pencegahan gratifikasi di lingkungan kampus.

Tayang:
Dokumentasi UIN Raden Intan Lampung
TEGASKAN KOMITMEN - Rektor UIN Raden Intan Lampung Prof. H. Wan Jamaluddin Z., M.Ag., Ph.D menegaskan itu usai mengikuti Webinar Gratifikasi dalam Perspektif Agama Islam yang diselenggarakan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dengan Kementerian Agama RI di Ruang Rapat Rektor, Kamis (4/6/2026). 

 “Gratifikasi tidak ada tempatnya dalam semua agama, bukan hanya dalam Islam,” tegasnya.

Menag juga menyoroti penyalahgunaan jabatan yang menurutnya merupakan bentuk pengkhianatan yang sangat besar dalam ajaran Islam.

“Penyalahgunaan jabatan itu pengkhianatan yang luar biasa dalam Islam. Orang yang tidak amanah itu tidak beriman. Amanah itu terkait dengan iman,” ujarnya.

Ia mengingatkan bahwa keberhasilan dan harta yang diperoleh dengan cara yang tidak benar tidak akan menghadirkan keberkahan.

Menag  juga menyampaikan komitmennya untuk menjadikan Kementerian Agama sebagai contoh dalam penguatan integritas dan pencegahan korupsi.

Dalam kesempatan yang sama, Wakil Ketua KPK Fitroh Rohcahyanto menegaskan bahwa kampus memiliki peran penting dalam membangun budaya integritas di masyarakat.

Menurutnya, setiap gratifikasi yang diterima wajib dilaporkan kepada KPK sesuai ketentuan yang berlaku.

 Ia mengajak sivitas akademika untuk mulai membiasakan diri menolak segala bentuk gratifikasi, terutama bagi mereka yang menjalankan tugas pelayanan publik.

“Kampus menjadi tempat yang tepat untuk membangun budaya integritas. Hal-hal yang selama ini dianggap biasa harus mulai ditiadakan,” ujarnya.

Fitroh mengingatkan bahwa masa depan bangsa sangat bergantung pada integritas yang dibangun di lingkungan pendidikan. “Jika ruang akademik kehilangan integritas, masa depan bangsa kehilangan pondasinya,” katanya.

Ia berharap budaya penolakan terhadap gratifikasi dapat terus dibangun dan dilatih sejak dini di lingkungan kampus. 

Sementara Busyro Muqoddas menyampaikan materi bertajuk Gratifikasi: Virus Peluluh Karakter Bangsa. Kegiatan webinar ini juga diikuti oleh para pimpinan Perguruan Tinggi se-Indonesia. 

(TRIBUNLAMPUNG.CO.ID/rls)

Sumber: Tribun Lampung
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved