TOPIK
Teroris Abu Sayyaf Sandera WNI
-
Tiga orang anak buah kapal warga negara Indonesia dan seorang warga Norwegia diserahkan pada utusan pemerintah Filipina setelah dibebaskan
-
10 WNI yang disandera kelompok Abu Sayyaf hingga saat ini belum kembali kepada keluarganya.
-
Menhan percaya, cepat atau lambat, pemerintah dan tentara Filipina bisa membebaskan sandera. Pembebasan memang harus dilakukan hati-hati, sehingga
-
Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo mengatakan, selama ini WNI kerap jadi sasaran penyanderaan para perompak di Perairan Filipina dan Malaysia.
-
tiga warga Indonesia akhir pekan lalu diculik oleh militan Abu Sayyaf.
-
Itu setelah dipastikan telah terjadi penyanderaan terhadap tujuh warga negara Indonesia (WNI) awak kapal Tugboat Charles 001 dan Tongkang Robby 152
-
Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu menegaskan, pemerintah tidak mengeluarkan sepeser uang pun
-
Presiden Joko Widodo telah mengumumkan bahwa empat sandera WNI telah dibebaskan dari tangan Abu Sayyaf.
-
Presiden Joko Widodo mengungkapkan bahwa empat warga negara Indonesia (WNI) yang sempat ditahan oleh kelompok Abu Sayyaf
-
Menteri Pertahanan, Ryamizard Ryacudu memastikan kondisi 10 WNI yang disandera kelompok Abu Sayyaf
-
Tebusan sebesar 29 juta peso atau sekitar Rp 8,2 miliar diibayar untuk membebaskan sandera asal Italia.
-
Ali Fauzi, mantan Kombatan di Filipina Selatan, memiliki analisis tersendiri soal penyanderaan 10 WNI oleh kelompok Abu Sayyaf.
-
Di hari terakhir pembayaran tebusan sandera Abu Sayyaf, Filipina meminta agar mempercayakan semua pada tentaranya.
-
jika Filipina tidak bisa membebaskan 10 warga negara Indonesia yang disandera kelompok Abu Sayyaf, Indonesia siap melakukannya.
-
Keluarga korban penyanderaan ABK Kapal Brahma, Wawan Saputra (22), terus melakukan doa bersama sejak Wawan bersama sembilan WNI