Ongkos BRT Bagi Pelajar Dirasa Memberatkan
Uji coba bus rapid transit (BRT) ke masyarakat untuk pertama kalinya telah berlangsung hari ini.
"Kalau naik angkot atau bus Damri kan bisa turun depan rumah, ini enggak. Berhentinya agak ke depan sana, sekitar 50 meteran," terang Rahayu kepada Tribunlampung.co.id, Senin (14/11/2011).
Demikian juga Nidia, yang harus berjalan kaki lagi karena kebablasan. Namun menurut siswi SMA Negeri 1 Bandar Lampung ini, naik BRT lebih nyaman dan dingin. Dia hanya tak setuju kalau ongkos BRT untuk pelajar Rp 3.000. "Naik angkot itu kita bisa ngongkos Rp 1.500. Kalau cuma Rp 2.000 (ongkosnya) nggak masalah. Berat kalau harus segitu (Rp 3.000)," tuturnya. Setiap bus mengangkut sekitar seratus penumpang dalam tiga kali pulang-pergi Terminal Rajabasa-Sukaraja.
Edi Prajoko, sopir yang memulai rute dari Terminal Rajabasa menuju Terminal Sukaraja mengungkapkan, dirinya telah mengangkut sekitar 150 penumpang. "Bus sudah bolak-balik tiga kali. Ya lumayan penumpangnya. Terlebih gratis seperti ini. Kalau bayar nanti nggak tahu juga. Mudah- mudahan bisa ramai," beber pria asal Pesawaran ini kepada Tribun Lampung, Senin (14/11).
Diceritakan Edi, operasional bus trans Bandar Lampung dimulai pukul 08.00 WIB hingga 17.00 WIB. Saat ditanya masalah keluhan penumpang, menurutnya mereka mengeluh karena tidak bisa berhenti di sembarang tempat. Penumpang sendiri menurutnya mulai banyak pada siang hari, sekitar pukul 11.30 WIB. Terutama di pusat-pusat pendidikan dan perbelanjaan.(sulis)