Rifky dan Rizky Belum Juga Dioperasi

Bayi kembar siam yang pada Senin lalu dirujuk ke Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) Jakarta, hingga kini belum juga dioperasi.

Tayang:
Editor: Teguh Prasetyo
zoom-inlihat foto Rifky dan Rizky Belum Juga Dioperasi
tribunlampung/siti nuryani
TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, BANDAR LAMPUNG- Bayi kembar siam pasangan Wakidi dan Ningrum yang pada Senin (16/1/2012) lalu dirujuk ke Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) Jakarta, hingga kini belum juga mendapatkan operasi pemisahan.

Menurut penuturan Safrul, kakek bayi kembar dempet yang diberi nama Muhammad Rifky dan Abdul Rizky, sejak tiba di RSCM 12 hari lalu, pihaknya belum memperoleh informasi mengenai jadwal operasi pemisahan dua cucunya.

"Sampe sekarang ini belum ada kabar dari dokter. Nanya perawat juga katanya nggak tau, ya keluarga cuma bisa nunggu," ujarnya ketika dihubungi Tribun via telepon genggamnya, Jumat (27/1/2012).   

Diungkapkan Safrul, dari sisi medis kondisi kesehatan Rifky dan Rizky yang kini tengah dirawat di Unit Perinatologi Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo cukup stabil. Informasi tersebut diperolehnya dari para perawat yang menangani kesehatan kedua cucunya.

Namun selama menjalani perawatan medis di RSCM, Safrul mengaku harus membeli obat dengan biaya sendiri. Hal itu lantaran hingga saat ini proses penerbitan kartu Jaminan Kesehatan Masyarakat (Jamkesmas) belum selesai.

"Banyak sekali yang harus diurus. Udah setor yang ini, lain lagi yang diminta. Ini aja saya mau balik lagi ke Jakarta mau setor surat dari Dinas Sosial. Bolak-balik begini kan kami juga nggak kuat ongkosnya," tutur Safrul.

Sebelumnya Rumah Sakit Umum Abdul Moloek (RSUAM) memutuskan merujuk bayi kembar siam berkaki tiga ini ke RSCM setelah tim dokter yang menangani kasus bayi kembar siam ini melakukan rapat koordinasi, Jumat (13/1/2012) lalu.

Tim terdiri dari dokter spesialis anak, spesialis bedah anak, bedah umum, urologi, patologi klinik, radiologi, dan anastesi. Menurut ketua tim dokter dr Prambudi Rukmono SpA, kebijakan untuk merujuk lantaran keterbatasan alat medis di RSUAM. Meliputi scan kontras yang mestinya terdiri dari 64 slice, tapi yang dimiliki RSUAM hanya dia. (Yani)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved