Berita Lampung

Nelayan Pesawaran Pertanyakan Manfaat Kartu Kusuka untuk Akses BBM Subsidi

Menurut Riyadi, BBM merupakan kebutuhan penting dalam operasional nelayan tradisional. 

Tayang:
Penulis: Oky Indra Jaya | Editor: taryono
Tribunlampung.co.id/Dokumentasi Mawar Riyadi
KELUHAN - Kegiatan nelayan di pesisir Pesawaran. Nelayan Pesawaran Pertanyakan Manfaat Kartu Kusuka untuk Akses BBM Subsidi. 
Ringkasan Berita:
  • Nelayan Pesawaran pertanyakan manfaat Kartu Kusuka dari KKP.
  • BBM bersubsidi sulit diakses meski sudah terdaftar.
  • Mawar Riyadi: kartu belum bantu kebutuhan utama nelayan.

Tribunlampung.co.id, Pesawaran -  Nelayan tradisional di Kabupaten Pesawaran mempertanyakan manfaat Kartu Pelaku Utama Sektor Kelautan dan Perikanan (Kusuka) yang diterbitkan oleh Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP).

Mawar Riyadi, nelayan asal Kecamatan Teluk Pandan, mengatakan nelayan masih kesulitan mengakses BBM bersubsidi untuk melaut, meskipun telah mengikuti berbagai program pendataan, termasuk kepemilikan Kartu Kusuka.

"Apa fungsi Kusuka kalau tidak bisa ditunjukkan di pom bensin saat nelayan membeli BBM untuk melaut? Kami tetap kesulitan mendapatkan BBM subsidi," ujarnya kepada Tribun Lampung, Jumat (12/6/2026).

Menurut Riyadi, BBM merupakan kebutuhan penting dalam operasional nelayan tradisional. 

Hingga kini, nelayan masih membeli BBM dengan harga lebih tinggi atau secara eceran karena akses ke BBM bersubsidi terbatas. 

Meski pendataan nelayan sudah dilakukan selama dua tahun terakhir, perubahan signifikan terkait kemudahan memperoleh BBM belum terlihat.

"Pendataan sudah berjalan, tetapi kebutuhan dasar nelayan masih belum terjawab," tambahnya.

Ia menekankan pemerintah perlu memastikan setiap program pendataan atau kartu identitas nelayan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat pesisir, khususnya dalam mendukung kegiatan penangkapan ikan

Riyadi berharap pemerintah pusat maupun daerah mengevaluasi implementasi program Kusuka agar benar-benar membantu nelayan, bukan sekadar menjadi data administrasi.

"Kalau nelayan sudah terdata dan memiliki identitas resmi, seharusnya ada kemudahan yang bisa dirasakan, terutama untuk kebutuhan BBM saat melaut," katanya.

Di tengah persoalan tersebut, kondisi hasil tangkapan ikan nelayan saat ini relatif stabil. 

Beberapa jenis ikan yang banyak ditangkap di perairan Teluk Pandan antara lain semadar dan belanak dijual sekitar Rp20 ribu per kilogram, sementara ikan simba, tenggiri, kembung, dan selar dijual sekitar Rp40 ribu per kilogram.

Hasil tangkapan nelayan umumnya disetorkan ke sejumlah titik penampungan yang tersebar di Desa Tanjung Jaya, Gebang, Ketapang, dan Pasar Hanura. Riyadi memastikan penjualan hasil tangkapan masih berjalan seperti biasa.

(Tribunlampung.co.id/Oky Indrajaya)

Sumber: Tribun Lampung
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

Update Jadwal & Skor
Grup A - Matchday 1
Jumat, 12 Juni 2026 | 02:00 WIB
Mexico
Meksiko
2 - 0
South Africa
Afrika Selatan
Grup A - Matchday 1
Jumat, 12 Juni 2026 | 09:00 WIB
South Korea
Korea Selatan
2 - 1
Czechia
Ceko
Lihat Selengkapnya
Semua Jadwal Laga
© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved