Yadi Tewas Setelah Dikeroyok 6 Orang
Tidak lama berselang, korban bersama rekanya bertemu dengan enam orang laki-laki.
Dugaan sementara, mayat laki-laki itu merupakan korban pembunuhan.
Saat ditemukan, jenazah korban yang belakangan diketahui bernama Maryadi (32), warga Kelurahan Gedung Air, Bandar Lampung, itu kondisinya cukup mengenaskan.
Menurut penuturan Hendri, salah satu saksi mata sekaligus teman korban, kejadian bermula ketika pukul 22.00 WIB, Minggu (19/5/2013) malam, korban bersama tiga rekannya hendak mencari ikan di Sungai Terusan dengan menggunakan perahu.
Tidak lama berselang, korban bersama rekanya bertemu dengan enam orang laki-laki. Keenam orang itu kemudian langsung memukuli korban dan menusukan senjata tajam ke perut, bahu hingga ke leher korban hingga hampir putus.
Menurut Hendri keenam orang laki-laki tersebut satu di antaranya di bernama AL.
"Kejadianya di gubuk pinggir sungai, karena kami takut dan sudah malam, jadi kami langsung melarikan diri dan di lokasi hanya tinggal Maryadi saja," ungkapnya kepada wartawan, Senin.
Hendri menambahkan, setelah dirinya bersama dua rekanya meninggalkan Maryadi di lokasi, dirinya tidak mengetahui secara pasti apa yang telah terjadi.
"Kami tidak tau apa tujuannya dari keenam orang itu membunuh Maryadi, yang pasti setelah kami pergi dari lokasi, kami sudah tidak mengetahui lagi apa yang terjadi," tambahnya.
Suparman (28), warga setempat, mengatakan mayat Maryadi ditemukan sudah dalam keadaan tidak bernyawa dengan kondisi mengenaskan.
Suparman menambahkan, saat pihaknya menemukan mayat Maryadi, pihaknya bersama warga setempat langsung menghubungi polsek setempat.
"Karena kami takut. Jadi kami langsung meminta bantuan polisi, dan tidak lama kemudian pihak polisi langsung datang ke lokasi dan melakukan olah TKP," paparnya.
Kanit Reskrim Polsek Gedung Meneng, Faisal membenarkan adanya penemuan mayat di wilayah hukumnya.
Faisal menjelaskan, dari keenam pelaku pembunuhan, pihaknya telah mengamankan satu tersangka atas nama Kusuma (50), warga Lampung Tengah.
"Kami terus menyelidiki dan mengejar kelima pelaku lainnya," bebernya, Senin (20/5/2013). (endra zulkarnain)