Berita Lampung
Kehadiran Industri Bioetanol di Lampung akan Ciptakan Pasar Baru bagi Petani
industri bioetanol akan menciptakan pasar baru bagi petani, menjaga stabilitas harga, serta meningkatkan nilai tambah hasil pertanian Lampung
Penulis: Riyo Pratama | Editor: soni yuntavia
Ringkasan Berita:
- dengan produksi ubi kayu yang mencapai sekitar 7,5 juta ton per tahun, Lampung memiliki potensi besar untuk menjadi pemasok utama bahan baku bioetanol nasional.
- kehadiran industri bioetanol akan menciptakan pasar baru bagi petani, menjaga stabilitas harga, serta meningkatkan nilai tambah hasil pertanian Lampung
Tribunlampung.co.id, Lampung Selatan – Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal menyebut, dengan produksi ubi kayu yang mencapai sekitar 7,5 juta ton per tahun, Lampung memiliki potensi besar untuk menjadi pemasok utama bahan baku bioetanol nasional.
Menurut Gubernur Mirza, kehadiran industri bioetanol akan menciptakan pasar baru bagi petani, menjaga stabilitas harga, serta meningkatkan nilai tambah hasil pertanian Lampung
Mirza juga menegaskan Lampung memiliki potensi energi baru terbarukan yang besar, mulai dari tenaga surya, panas bumi, biomassa hingga bioenergi berbasis limbah pertanian dan industri yang dapat mendukung program transisi energi nasional.
Pemerintah pusat bersama Pemerintah Provinsi Lampung mempercepat rencana pengembangan industri bioetanol di Lampung melalui peninjauan langsung calon lokasi pabrik bioetanol dan kawasan pengembangan bahan baku sorgum, Selasa (9/6/2026).
Peninjauan dilakukan oleh Wakil Menteri Investasi dan Hilirisasi/Wakil Kepala BKPM RI, Todotua Pasaribu, bersama Gubernur Lampung, Rahmat Mirzani Djausal, usai menghadiri Rapat Koordinasi dan Sinergitas Pembangunan Pabrik Bioetanol di Ruang VVIP Lounge Bandara Raden Inten II, Lampung Selatan.
Rombongan yang terdiri dari jajaran Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM, Pertamina New & Renewable Energy, Toyota Tsusho Corporation, Toyota Motor Manufacturing Indonesia, PT Perkebunan Nusantara, akademisi, dan pemangku kepentingan lainnya meninjau lokasi calon pembangunan pilot plant bioetanol di Kecamatan Tegineneng, Kabupaten Pesawaran, serta kawasan budidaya sorgum di Kecamatan Rejosari, Kabupaten Lampung Selatan.
Peninjauan tersebut dilakukan untuk memastikan kesiapan lahan, ketersediaan bahan baku, dukungan infrastruktur, hingga integrasi kawasan yang akan menjadi bagian dari ekosistem industri bioetanol di Lampung.
Dalam rapat koordinasi tersebut, Todotua Pasaribu menegaskan Lampung menjadi salah satu daerah prioritas pengembangan bioetanol nasional.
Menurutnya, Lampung memiliki keunggulan berupa ketersediaan bahan baku yang melimpah, infrastruktur yang memadai, serta dukungan kuat dari pemerintah daerah.
Ia menjelaskan kebutuhan bioetanol nasional diperkirakan terus meningkat seiring target penerapan campuran bioetanol E10 pada bahan bakar bensin yang direncanakan dilakukan secara bertahap mulai 2028.
"Kita tidak boleh hanya berhenti pada perencanaan. Yang dibutuhkan sekarang adalah eksekusi agar manfaatnya segera dirasakan masyarakat," kata Todotua.
Gubernur menyebut pembangunan industri bioetanol menjadi langkah strategis untuk mendorong hilirisasi sektor pertanian sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani.
Menurutnya, Lampung memiliki modal besar untuk menjadi pusat bioetanol nasional karena merupakan salah satu lumbung pangan Indonesia dengan produksi padi, jagung, ubi kayu, pisang, kopi, serta berbagai komoditas perkebunan dan peternakan yang melimpah.
Ia mengatakan hampir enam juta penduduk Lampung menggantungkan hidup pada sektor pertanian, sehingga pembangunan industri pengolahan menjadi kebutuhan penting untuk meningkatkan nilai tambah komoditas daerah.
Dari sisi industri, Chief Executive Officer (CEO) Pertamina New & Renewable Energy (PNRE), John Anis, menjelaskan pengembangan bioetanol di Lampung dilakukan melalui kerja sama dengan Toyota Tsusho Corporation dan Green Earth Institute.
| Panja Ketenagalistrikan DPR RI Soroti Keandalan Listrik Lampung |
|
|---|
| Perjuangan Dua Warga Bandar Lampung Lawan Gagal Ginjal, Andalkan JKN untuk Cuci Darah |
|
|---|
| Sambangi Lampung, Andre Rosiade Minta Ada Regulasi Penggunaan BBM Subsidi |
|
|---|
| Dua Jemaah Haji Lampung Sakit, Dirujuk Dapat Perawatan di Jakarta |
|
|---|
| Dapat Kabar Ada Bau Menyengat, Anak Kandung di Lampung Temukan Ibunya Terperosok di Sumur |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/lampung/foto/bank/originals/Lampung-jadi-pilot-projec-bioetanol-nasional.jpg)