Berita Lampung

Sambangi Lampung, Andre Rosiade Minta Ada Regulasi Penggunaan BBM Subsidi

Andre Rosiade mengusulkan agar pemerintah menetapkan batas tegas berdasarkan kapasitas mesin (cc) kendaraan agar fasilitas subsidi tepat sasaran.

Tayang:
Penulis: Hurri Agusto | Editor: Daniel Tri Hardanto
Tribunlampung.co.id/Hurri Agusto
ATURAN BARU - Anggota DPR RI Andre Rosiade seusai menghadiri acara Munas XVIII Hipmi di Ballroom Hotel Novotel Lampung, Rabu (10/6/2026). 

Ringkasan Berita:
  • Anggota DPR RI Andre Rosiade mendorong pemerintah membuat regulasi baru terkait penggunaan BBM nonsubsidi.
  • Hal ini menyusul kebijakan penyesuaian harga pertamax, Rabu (10/6/2026).
  • Di mana, kenaikan harga pertamax terbilang melonjak drastis hingga Rp 4.050 per liter, dari harga sebelumnya Rp 12.600 menjadi Rp 16.650 per liter.

Tribunlampung.co.id, Bandar Lampung – Anggota DPR RI Andre Rosiade mendorong pemerintah membuat regulasi baru terkait penggunaan BBM nonsubsidi.

Hal ini menyusul kebijakan penyesuaian harga pertamax, Rabu (10/6/2026).

Di mana, kenaikan harga pertamax terbilang melonjak drastis hingga Rp 4.050 per liter, dari harga sebelumnya Rp 12.600 menjadi Rp 16.650 per liter.

Andre pun menyarankan pemerintah untuk menerbitkan aturan baru.

"Menurut saya yang paling bijak, pemerintah bikin aturan tambahan baru," ujar Andre Rosiade seusai menghadiri acara Munas XVIII Hipmi di Ballroom Hotel Novotel Lampung, Rabu (10/6/2026).

Andre Rosiade mengusulkan agar pemerintah menetapkan batas tegas berdasarkan kapasitas mesin (cc) kendaraan agar fasilitas subsidi tepat sasaran.

"Misalnya memastikan mobil-mobil dengan cc sekian tidak boleh memakai BBM bersubsidi. Karena mereka mampu membeli mobil mahal, tapi kenapa harus pakai BBM subsidi? Harus ada tambahan aturan yang lebih tegas dan lebih rigid," kata Andre.

Diketahui, berdasarkan data penyesuaian harga terbaru dari PT Pertamina (Persero) per Rabu, 10 Juni 2026, kenaikan signifikan memang menyasar varian BBM nonsubsidi. 

Di wilayah Lampung, harga pertamax (RON 92) mengalami kenaikan sebesar Rp 4.050 per liter, sehingga harganya berubah dari Rp 12.600 menjadi Rp 16.650 per liter. 

Kenaikan serupa juga diikuti oleh pertamax green 95 yang melonjak Rp 4.100 per liter, membuat harganya merangkak naik dari Rp 12.900 menjadi Rp 17.000 per liter.

Politisi Gerindra ini menekankan bahwa fluktuasi harga BBM nonsubsidi seperti pertamax adalah hal yang lumrah karena mengikuti harga minyak dunia.

Namun, yang terpenting adalah komitmen pemerintah untuk melindungi masyarakat kelas bawah lewat kestabilan harga BBM subsidi.

"Pemerintah komit menjaga harga BBM bersubsidi ini tidak naik. Itu sudah menunjukkan keberpihakan kepada masyarakat. Tapi kalau nonsubsidi, tentu enggak mungkin orang kaya disubsidi terus-terusan. Subsidi itu milik rakyat yang membutuhkan, bukan masyarakat mampu," tegas dia.

Soal ketersediaan BBM subsidi, Andre memastikan pihak Pertamina telah memperkuat posisi cadangan pasokan (buffer stock) di seluruh SPBU agar tidak terjadi kelangkaan.

"Saya pastikan Pertamina sudah melaksanakan perintah pemerintah bahwa buffer stock kita selalu cukup. Tidak ada kuota yang dikurangi. Jadi, masyarakat tidak perlu khawatir," pungkasnya.

(Tribunlampung.co.id/Hurri Agusto)

Sumber: Tribun Lampung
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved