TribunLampung/

Kaitkan Konsumsi Mi Instan dengan LGBT, Wali Kota Tangerang Di-bully di Facebook

Menimbulkan perdebatan dan celaan oleh beberapa pembaca atas pernyataannya yang dinilai kontroversial.

Kaitkan Konsumsi Mi Instan dengan LGBT, Wali Kota Tangerang Di-bully di Facebook
Facebook
Capture 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID – Wali Kota Tangerang Arief R Wismansyah menjadi bahan perbincangan dan pemberitaan hangat media luar negeri karena pernyataannya yang mengaitkan konsumsi mi instan dan susu formula dengan maraknya fenomena LGBT (lesbian, gay, biseksual, dan transgender) yang akhir-akhir ini hangat diperbincangkan di Indonesia.

Berita itu dimuat Daily Mail dan kemudian di-share ke laman Facebook-nya hingga menimbulkan perdebatan dan celaan oleh beberapa pembaca atas pernyataannya yang dinilai kontroversial.

Daily Mail menulis, Wali Kota sebuah kota besar di Indonesia mendapat kecaman karena telah membuat pernyataan bahwa mi instan dan susu formula anak-anak telah menciptakan para bayi gay.

Wali Kota Tangerang Arief R Wismansyah, lanjut Daily Mail, membuat klaim aneh dalam sebuah seminar kehamilan, di sebuah acara yang diselenggarakan di sebuah kota yang terletak di sebelah barat Jakarta, awal pekan ini.

Dalam pemberitaannya, Daily Mail mengutip pernyataan Arief R Wismansyah yang dicuplik dari situs okezone.com atas berita hari Selasa (23/2/2016) yang ditayangkan pada Rabu (24/2/2016).

Inilah cuplikan yang disebutkan di berita okezone yang mengaitkan mi instan dan susu kaleng dengan LGBT dan dikutip oleh Daily Mail dengan judul “Indonesian mayor says canned formula milk and instant noodles 'are making babies gay' in bizarre speech at a pregnancy seminar”:

"Untuk mencetak anak Indonesia yang sehat, cerdas, dan memiliki daya saing kuat, yang paling penting dan awal dilakukan adalah bagaimana memberikan asupan gizi yang cukup, terutama ASI," papar Arief dalam seminar yang diikuti ratusan ibu hamil tersebut.

Menurutnya, tren saat ini banyak orangtua sibuk bekerja hingga akhirnya anak hanya diberi susu kaleng dan makanan instan. Padahal, pemenuhan gizi anak pada 1.000 hari pertama kehidupan sangat penting. Jika asupan nutrisinya tidak dipenuhi, dampaknya pada perkembangan anak akan bersifat permanen.

"Makanya, enggak heran kalau akhir-akhir ini ada LGBT," tuturnya.

Beberapa komentar miring langsung menyerang Arief Wismansyah, diantaranya diungkapkan beberapa pengguna Facebook berikut ini.

Halaman
12
Penulis: Heribertus Sulis
Editor: Heribertus Sulis
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help