88 Persen Pencaker di Pringsewu Lulusan SMA
Mereka yang lulus SMU rata-rata memilih bekerja, ketimbang melanjutkan ke perguruan tinggi karena faktor biaya.
Penulis: Robertus Didik Budiawan Cahyono | Editor: Heribertus Sulis
PRINGSEWU, TRIBUNLAMPUNG - Pencari kerja di wilayah Kabupaten Pringsewu didominasi dengan lulusan Sekolah Lanjutan Tingkat Atas (SLTA). Kondisi tersebut terlihat dari warga yang membuat kartu kuning (kartu pencari kerja).
Sekretaris Dinas Sosial, Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disosnakertrans) Pringsewu Bambang Suhermanu mengatakan selama kurun waktu enam hari kerja, antara 11-18 Juli 2016 tercatat sebanyak 130 orang yang membuat kartu kuning. "Setelah lebaran ini meningkat," ungkapnya.
Sebelum lebaran, kata Bambang, rata-rata pembuat kartu kuning ada dua hingga tiga orang per hari. Namun setelah lebaran, sampai dengan 20 orang per hari.
Dari seluruh pencari kerja (pencaker), lanjut dia, sejumlah 115 (88 persen) diantaranya merupakan lulusan SLTA. Kemudian dari 115 itu, 78 orang lulusan SMK dan 37 orang lulusan SMU.
Mayoritas pencaker lulusan SLTA itu fresh graduate sebanyak 40 orang terdata lulus 2016. Kemudian lulusan 2015, sebanyak 30 orang. Selebihnya lulusan di bawah tahun itu, ada yang lulusan 2014 dan 2013. Sementara, ada juga pencari kerja yang terdata hanya lulus SMP tiga orang dan SD tiga orang.
Mereka yang lulus SMU ini rata-rata memilih bekerja, ketimbang melanjutkan ke perguruan tinggi karena faktor biaya. "Tidak lanjut karena tidak ada biaya," ujar Dewi (19), lulusan SMU jurusan IPS ini.
Ia mengaku ingin mencari kerja di Kabupaten Tangerang, Banten. Diketahui lokasi tujuan Dewi ini terkenal sebagai wilayah industri. Selain itu, Musliman (19), lulusan SMK jurusan otomotif ini tertarik mencari kerja di Subang, Jawa Barat.
Menurutnya di daerah tujuannya tersebut ada saudara sebagai tempat singgah sementara waktu sebelum bekerja. Dia mengakui bila di Subang, belum ada kepastian baginya untuk bekerja. Namun, Musliman nekat ingin mengadu nasib di kota tujuannya.
Musliman mengaku ingin mencari kerja di Pulau Jawa karena di Lampung sendiri tidak ada lowongan pekerjaan. Menurut dia, kalaupun ada lowongan di Sai Bumi Ruwai Jurai, Musliman lebih memeilih wilayah yang terkenal dengan ladanya ini.
"Belum lowongan di Lampung, kalau ada, saya milih di Lampung. Meskipun tidak sesuai dengan jurusan," kata Musliman.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/lampung/foto/bank/originals/pencari-kerja_20160718_200542.jpg)