Berita Lampung

22 Jemaah Calon Haji Pringsewu Pakai Kursi Roda, Dipantau Dokter Jelang Puncak Haji

22 jemaah calon haji (CHJ) asal Kabupaten Pringsewu kini menggunakan kursi roda menjelang puncak ibadah haji di Arafah, Muzdalifah

Tayang: | Diperbarui:
Penulis: Oky Indra Jaya | Editor: taryono
Dokumentasi/Kemenhaj Pringsewu
KURSI RODA - Kondisi jemaah haji Pringsewu saat berada di Tanah Suci. Sebanyak 22 jemaah haji gunakan kursi roda. 

Ringkasan Berita:
  • Sebanyak 22 jemaah haji asal Pringsewu menggunakan kursi roda jelang puncak ibadah haji di Armuzna. Kondisi mereka dipantau intensif oleh tim dokter setiap hari. 
  • Sejumlah jemaah juga mengalami demam akibat dehidrasi dan aktivitas berlebih di tengah cuaca panas Arab Saudi. 
  • Seluruh jemaah dilaporkan telah menyelesaikan umrah wajib dan kini difokuskan menjaga kondisi fisik.

Tribunlampung.co.id, Pringsewu - Sebanyak 22 jemaah calon haji (JHJ) asal Kabupaten Pringsewu kini menggunakan kursi roda menjelang puncak ibadah haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna). 

Seluruh jemaah tersebut mendapat pemantauan kesehatan secara intensif setiap hari oleh tim dokter dan petugas pendamping di Tanah Suci.

Kepala Kementerian Haji dan Umrah Pringsewu, Muhammad Haikal Ahra mengatakan, secara umum kondisi jemaah asal Pringsewu masih dalam keadaan baik meski sebagian mengalami penurunan kondisi fisik akibat cuaca panas dan aktivitas ibadah yang padat.

“Secara umum kondisi jemaah baik. Namun ada 22 jemaah yang menggunakan kursi roda dan setiap hari dipantau dokter secara intensif. Beberapa jemaah juga mengalami demam karena kurang cairan atau memaksakan aktivitas ke Haram pada siang hari,” ujar Haikal kepada Tribun Lampung, Sabtu (16/5/2026).

Menurut Haikal, cuaca panas di Arab Saudi menjadi tantangan utama bagi jemaah lanjut usia maupun mereka yang memiliki riwayat penyakit tertentu. 

Karena itu, petugas kesehatan terus mengingatkan pentingnya menjaga asupan cairan tubuh dan membatasi aktivitas di luar hotel pada waktu terik.

Ia mengatakan, para pendamping juga membagikan edukasi kesehatan kepada jemaah, termasuk anjuran mengonsumsi oralit untuk mencegah dehidrasi selama menjalankan rangkaian ibadah haji.

Selain fokus pada kondisi kesehatan, seluruh jemaah asal Pringsewu dilaporkan telah menuntaskan umrah wajib. 

Dua jemaah perempuan yang sebelumnya menunda ibadah karena haid juga sudah kembali mengambil miqat di Tan’im atau Masjid Aisyah untuk menyelesaikan rangkaian umrah.

“Alhamdulillah seluruh jemaah sudah menyelesaikan umrah wajib. Dua jemaah perempuan yang sebelumnya pasca haid juga sudah mengambil miqat kembali di Tan’im dan seluruh proses selesai,” kata Haikal.

Menjelang Armuzna, jemaah kini diarahkan untuk mengurangi aktivitas fisik berlebihan dan memperbanyak ibadah ringan di hotel. 

Petugas haji juga mengimbau pelaksanaan salat Zuhur dan Asar dilakukan berjamaah di penginapan guna menghemat tenaga, sementara salat Subuh, Magrib, dan Isya tetap dianjurkan di Masjidil Haram.

Pada musim haji 2026, Kabupaten Pringsewu memberangkatkan total 466 jemaah yang terbagi dalam dua kelompok terbang, yakni Kloter 21 JKG sebanyak 445 jemaah dan Kloter 31 JKG sebanyak 27 jemaah. 

Petugas berharap seluruh jemaah dapat menjaga stamina agar mampu mengikuti puncak ibadah haji dengan lancar dan khusyuk.

(Tribunlampung.co.id/ Oky Indrajaya)

 

Sumber: Tribun Lampung
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved