TribunLampung/

Asap Rokok, Satu dari Empat Pemicu Reaksi Alergi Pada Bayi

Kandungan racun yang terdapat di dalam rokok sangat berbahaya untuk ibu hamil dan janin di dalam rahim.

Asap Rokok, Satu dari Empat Pemicu Reaksi Alergi Pada Bayi
Nakita
Ilustrasi - bayi dan asap rokok 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID - Selain bisa dikendalikan dengan cara menjauhi pemicunya (allergen), ternyata alergi bisa dicegah bahkan sejak bayi masih di dalam kandungan.

Konsultan Alergi Imunologi Anak, Prof. DR. dr. Budi Setiawan, Sp.A (K), M.Kes., menjelaskan dengan pencegahan yang tepat, seorang ibu yang didiagnosis alergi belum tentu memiliki keturunan yang memiliki  alergi seperti dirinya.

Bagaimana cara mencegah alergi?

1. Jauhi Asap Rokok Selama Hamil

Kandungan racun yang terdapat di dalam rokok sangat berbahaya untuk ibu hamil dan janin di dalam rahim. Apa yang dikonsumsi atau dihirup ibu hamil akan diserap anak juga. Perokok pasif jauh lebih berbahaya dari perokok aktif.

Nah, asap rokok ternyata dapat memicu reaksi alergi pada janin jika ia lahir nanti. Jadi, lebih baik hindari asap rokok, ya, Bu.

2. Usahakan Jangan Caesar

Bayi yang lahir dengan persalinan caesar memiliki peluang alergi yang lebih tinggi daripada bayi yang lahir melalui persalinan normal.

Bayi yang lahir dengan persalinan caesar tidak melewati jalan lahir. Padahal di sepanjang jalan lahir tersebut banyak mengandung kuman normal yang dapat membuat anak tidak alergi di kemudian hari.

3. ASI Eksklusif

Adalah hak bayi untuk mendapatkan ASI eksklusif selama enam bulan sejak baru lahir. Namun, manfaat ASI akan semakin maksimal jika diberikan sampai anak berusia dua tahun.

Mengapa demikian? Sebab, ASI memiliki banyak manfaat bagi bayi dan ibu. Salah satunya, ASI dapat memberikan proteksi khusus untuk buah hati agar terhindar dari alergi. Berikan ASI secara maksimal, ya, Bu.

4. MPASI Di Usia 6 Bulan

Makanan Pendamping ASI (MPASI) disarankan diberikan pada bayi berusia 6 bulan. Ibu pun harus memperhatikan waktu yang tepat untuk menggantikan susu ke makanan padat.

Sebaiknya tepat, tidak kurang dari 6 bulan dan tidak lebih dari 6 bulan. Sebab jika tidak tepat, justru akan menimbulkan risiko alergi.

Kebanyakan orang tua sering merasa tidak tega jika bayi menangis. Orang tua mengira bayinya sudah lapar dan tidak cukup dengan ASI, sehingga langsung diberikan makanan padat sebelum waktunya. Atau justru tidak tega memberikan makanan padat saat bayi berusia 6 bulan lantaran belum tumbuh gigi.

Reporter : Menda Clara Florencia

Tags
Alergi
Editor: Reny Fitriani
Sumber: Tabloid Nova
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help