Ini Risikonya Jika Melakukan Operasi Caesar Berkali-kali

Risiko pecah ketuban dapat meningkat seiring meningkatnya operasi Caesar yang dilakukan selama beberapa kali.

Editor: Reny Fitriani
Nakita
Kondisi rahim apabila sering melakukan operasi caesar 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID - Dewasa ini, tidak sedikit perempuan yang melakukan operasi caesar hingga berkali-kali.

Operasi caesar dipilih sebagai alternatif baru bagi seorang ibu yang belum siap menahan rasa sakit saat melahirkan secara normal.

Namun, ternyata sering melakukan operasi Caesar hingga lebih dari tiga kali dapat membahayakan janin yang ada di kandungan, lho!

Hal ini menimpa seorang wanita hamil yang sudah melakukan operasi Caesar sebanyak lima kali.

Saat mengandung bayi yang ke enam, hal mengerikan pun terjadi.

Kantung ketuban wanita tersebut pecah.

Saat di USG terlihat bahwa kaki janin sudah berada di luar rahim.

Kala itu, usia kandungan wanita yang tidak diketahui namanya ini masih berusia 22 minggu.

Namun, saat memasuki usia 30 minggu, kantung ketuban ternyata sudah membesar hingga dua kali lipat.

Parahnya, sebagian tubuh janin sudah masuk ke dalam kantung ketuban.

Meski tidak semua orang mengalami hal tersebut, melakukan operasi Caesar berkali-kali tentu saja berbahaya untuk janin.

Dilansir dari laman fitpregnancy.com, risiko pecah ketuban dapat meningkat seiring meningkatnya operasi Caesar yang dilakukan selama beberapa kali.

Selain pecah ketuban, risiko lain yang terjadi akibat operasi Caesar berulang yakni mencakup luka pada kandung kemih, dan histerektomi, yakni pengangkatan rahim atau uterus dengan metode pembedahan pada saat persalinan.

Histerektomi juga akan meningkat hampir sembilan persen setelah melakukan operasi Caesar yang ke-enam kalinya.

Risiko lain yang dapat terjadi apabila sering melakukan operasi caesar yakni munculnya penyakit hernia.

Sumber: Tabloid Nova
Tags
Caesar
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

Berita Populer

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved