Debt Collector Leasing Tewas Dibunuh saat Tagih Tunggakan Kredit, Kondisi Keluarga Memprihatinkan
Debt collector yang juga eksekutor leasing, Indra Yana, tewas bersimbah darah, dibunuh konsumennya, Senin, 30 Oktober 2017
Penulis: Muhammad Heriza | Editor: wakos reza gautama
TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, PESAWARAN - Debt collector yang juga eksekutor leasing, Indra Yana, tewas bersimbah darah, dibunuh konsumennya, Senin, 30 Oktober 2017.
Indra Yana meregang nyawa saat menagih tunggakan kreditan motor konsumen. Pelaku menikam dada dan tangan Indra Yana menggunakan senjata tajam.
Baca: Debt Collector Dihabisi Penunggak Kredit Motor- Kondisi Istrinya Syok dan Pingsan
Saripudin (56), paman kandung Indra Yana, meminta aparat kepolisian untuk segera menangkap terduga pelaku penusukan yang menewaskan keponakannya.
"Kami dari pihak keluarga korban, meminta agar polisi untuk segera menangkapnya, " tutur Saripudin saat ditemui Tribun Lampung, di kediaman duka di Desa Sukabanjar, Kecamatan Negeri Sakti, Kabupaten Pesawaran, Provinsi Lampung, Selasa, 31 Oktober 2017.
Menurut Saripudin, pihak keluarga menyerahkan sepenuhnya kepada pihak kepolisian untuk mengusut kasus terbunuhnya Indra Yana.
"Kalau tidak terima tentu kami tidak terima, kendati begitu kami percayakan dengan undang-undang yang berlaku dan untuk pelaku dihukum yang seberat-beratnya sesuai dengan perbuatannya tersebut, " pintanya.
Akibat tewasnya Indra Yana, kini anggota keluarga harus menanggung semua beban yang dipikul.
"Sebetulnya saya kasihan sekali kepada istri Indra (Qori), karena ia hanya ibu rumah tangga, " katanya sedih seraya berharap kantor PT Mandiri Tunas Finance memberikan kontribusi untuk meringankan beban keluarganya.
Sepengetahun Saripudin, Indra selama ini tidak memiliki musuh dengan siapa pun.
"Kepribadiannya baik, dia ayah seorang ayah yang bertanggungjawab kepada keluarganya dan juga rajin beribadah, " pungkas Saripudin.