Jembatan Bailey Pesisir Barat Putus, Ini Dampaknya Bagi Perusahaan Jasa Transportasi

Jembatan Bailey Pesisir Barat Putus, Ini Dampaknya Bagi Perusahaan Jasa Transportasi

Jembatan Bailey Pesisir Barat Putus, Ini Dampaknya Bagi Perusahaan Jasa Transportasi
Tribunlampung.co.id/HO
Jembatan bailey di Pekon Mandiri ambruk 

Laporan Reporter Tribun Lampung Bayu Saputra

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, BANDARLAMPUNG - Jembatan Bailey yang berada di Pekon Mandiri Sejati, Kabupaten Pesisir Barat, Provinsi Lampung, kembali putus akibat muatan over kapasitas, Kamis, 23 November 2017.

Putusnya jembatan bailey ini mengakibatkan perusahaan jasa transportasi merugi.

Baca: Tips Makeup Wajah Berjerawat

Salah satunya adalah PT SAN (Siliwangi Antar Nusa).

Perusahaan ini harus merugi Rp 1,5 juta setiap harinya karena jalan tersebut putus.

"Selisihnya 3 jam memutar lewat Liwa, kalau biasanya kan kami lewat jembatan itu tapi ini putus kami pilih memutar saja demi keselamatan," kata agen PT SAN Lampung Topan saat ditemui Tribun Lampung di Terminal Rajabasa, Kamis, 23 November 2017 malam.

Jika dikalkulasikan, ada 100 liter solar yang terbuang apabila memutar, dengan kurun waktu 3 jam untuk tempuh melewati Liwa, Kabupaten Lampung Barat.

Adapun harga solar Rp 7.500 per liternya. Jika ditotal 100 liter yakni Rp 750 ribu.  Berarti pulang pergi jadinya Rp 1,5 juta.

"Mobil kami arah Bengkulu itu satu hari dua kali bolak-balik, jadi setiap hari kami jalan ruginya Rp 1,5 juta," katanya.

Topan berharap pemerintah setempat segera memperbaiki jembatan yang merupakan akses vital menuju ke Bengkulu.

"Karena bagaimanapun jika jalan ini terputus maka sendi-sendi perekonomian juga pastinya terputus," ujarnya.

Penulis: Bayu Saputra
Editor: wakos reza gautama
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved