Demo di Lampung

Breaking News Ribuan Massa Aksi Mulai Berangkat dari Museum Lampung

Start dimulai saat masa aksi dari Kampus Universitas Lampung datang ke Meseum sekitar pukul 09.00 WIB.

|
Tribunlampung.co.id/Dominius Desmantri Barus
BERANGKAT AKSI - Ribuan massa aksi mulai berangkat dari Museum Lampung, Senin (1/9/2025) sekitar pukul 09.00 WIB. Start dimulai saat masa aksi dari kampus Universitas Lampung datang ke Meseum sekitar pukul 09.00 WIB. 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, Bandar Lampung - Ribuan massa aksi mulai berangkat dari Museum Lampung, Senin (1/9/2025) sekitar pukul 09.00 WIB.

Start dimulai saat massa aksi dari Kampus Universitas Lampung datang ke Meseum sekitar pukul 09.00 WIB.

Sebelumnya massa aksi dari kampus lain seperti Kampus Umitra, Universitas Teknokrat gabungan ojek online dari Gojek, Grab dan Maxim sudah berkumpul di museum sekitar pukul 08.00 WIB.

Perwakilan dari driver Gojek Suhemi mengatakan dirinya akan mengawal hingga tuntutan terkabulkan."Sampai selesai," ujarnya.

Senada dengan driver Gojek, perwakilan driver Maxim Riski, ia akan mengawal hingga tuntutan selesai. "Sampai selesai," ujarnya.

Ia berpesan kepada massa aksi untuk tidak anarkis. "Semoga berjalan aman dan terrib. Jangan sampai anarkis," ujarnya.

Sejumlah mahasiswa dari berbagai kampus di Lampung bersama pelajar, driver ojek online (Ojol), hingga organisasi kepemudaan (OKP) menggelar aksi di DPRD Lampung, pada Senin 1 September 2025.

Rencana aksi tersebut disampaikan saat konsolidasi akbar mahasiswa dan ojol di Universitas Lampung (Unila), Jumat (29/8/2025).

“Rencananya Senin aksi di DPRD membawa sejumlah tuntutan. Hari ini kami gelar konsolidasi akbar,” ujar salah satu mahasiswa peserta konsolidasi.

Sementara itu, Ketua Gaspol Ojol Lampung, Miftahul Hudda, menyampaikan dukungan penuh terhadap gerakan mahasiswa.

“Hari ini Ojol menyatakan sikap, kami dukung gerakan mahasiswa. Kami juga berterima kasih atas kepedulian mahasiswa yang menunjukkan solidaritas,” kata Miftahul Hudda.

Adapun tujuh tuntutan yang akan disuarakan massa dalam aksi di DPRD Lampung, yakni:

  1. Menggesa pengesahan Undang-Undang Perampasan Aset.
  2. Memotong tunjangan dan gaji anggota DPR.
  3. Meningkatkan kualitas serta kesejahteraan gaji dosen dan guru.
  4. Mendesak Presiden Prabowo Subianto mencopot menteri-menteri yang dinilai bermasalah.
  5. Meminta Presiden Prabowo menertibkan rangkap jabatan ketua partai politik yang juga menduduki kursi di eksekutif maupun legislatif.
  6. Mendesak pergantian Kapolri.
  7. Menuntut reformasi total Polri serta mengadili pelaku pembunuhan driver ojol Affan Kurniawan di Jakarta pada 28 Agustus 2025.

Aksi ini disebut akan menjadi momentum persatuan mahasiswa, pelajar, ojol, dan OKP di Lampung dalam menuntut keadilan sosial dan reformasi sistem hukum di Indonesia.

( Tribunlampung.co.id / Dominius Desmantri Barus )

Sumber: Tribun Lampung
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved