Hasil Penelitian: Wanita Lebih Suka Bau Ketiak yang Rambutnya Dicukur

Hasil Penelitian: Wanita Lebih Suka Bau Ketiak yang Rambutnya Dicukur. . .

Editor: Reny Fitriani
Shutterstock
Ilustrasi 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID - Hasil Penelitian: Wanita Lebih Suka Bau Ketiak yang Rambutnya Dicukur

Ada temuan menarik yang bisa Anda pertimbangkan jika Anda lebih suka bulu ketiak tumbuh lebat.

Baca: Normalkah Timbul Jerawat di Area Miss V?

Ilmuwan di Republik Ceko mencoba mencari tahu apakah wanita tertarik dengan bau ketiak yang rambutnya dicukur atau dibiarkan tumbuh alamiah.

Hasilnya, para wanita ternyata suka dengan bau ketiak yang rambutnya dicukur.

Baca: Benarkah Mandi Air Dingin Bisa Turunkan Berat Badan? Baca Penjelasan Ini

Eh, jangan lantas buru-buru mencukur rambut.

Soalnya, “Pengaruh mencukur rambut ketiak tidaklah besar,” kata ketua peneliti, Jan Havlicek, antropolog dari Charles University di Prague yang mendalami peranan bau dalam menarik manusia.

Pengaruh cukur rambut itu sementara saja.

Memang, para wanita tadi menyatakan bahwa bau ketiak yang habis dicukur lebih menyenangkan dibandingkan dengan bau ketiak yang rambutnya sudah tumbuh antara 6 dan 10 minggu.

Akan tetapi, mereka tidak bisa membedakan bau ketika yang rambutnya baru tumbuh berumur seminggu dengan rambut ketiak yang sudah berumur enam sampai 10 minggu.

Penemuan ini mengejutkan Havlicek sebab rambut ketiak yang berumur seminggu panjangnya baru beberapa mm saja.

Masalahnya, para lelaki malas mencukur rambut ketiak karena secara budaya memang tidak mengharuskan begitu. Berbeda dengan para wanita yang karena "konsep cantik" harus mencukur bulu ketiaknya.

Padahal, menurut para ilmuwan, rambut ketiak pada manusia - lebih panjang dibandingkan dengan semua jenis kera - berevolusi demikian untuk membuat orang memiliki bau yang atraktif. Dengan bau itu orang lain bisa membauinya, dan (mungkin) menyukainya.

Havlicek memberi catatan bahwa hasil penelitian bisa saja berbeda jika dilakukan di lain waktu dan tempat.

Halaman
12
Sumber: Intisari Online
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

Berita Populer

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved