TribunLampung/

BREAKING NEWS LAMPUNG

KPAI Sayangkan Pelecehan Seksual di Lingkungan Ponpes

Menurut Ketua KPAI Arist Merdeka Sirait, hal yang paling disesalkan adalah pelakunya diduga guru para santri tersebut.

KPAI Sayangkan Pelecehan Seksual di Lingkungan Ponpes
tribunlampung/hanafi
Ketua KPAI Arist Merdeka Sirait mengunjungi Mapolsek Natar, Sabtu (13/1/2018). 

Laporan Reporter Tribun Lampung Muhammad Heriza

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, NATAR - Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) menyayangkan terjadinya pelecehan seksual di dalam lingkungan pondok pesantren di Lampung.

Belasan santri diduga telah jadi korban pelecehan seksual oleh gurunya. Peristiwa itu terjadi saat mereka mengenyam pendidikan di sebuah pondok pesantren di Lampung.

Dua dari tiga pelaku diduga berstatus guru di ponpes. Sedangkan satu pelaku lagi adalah juru masak.

Baca: Polsek Natar Selidiki Kasus Pelecehan Seksual di Ponpes

Menurut Ketua KPAI Arist Merdeka Sirait, hal yang paling disesalkan adalah pelakunya diduga guru para santri tersebut.

“Yang jelas sangat disayangkan. Mestinya tenaga pendidik menciptakan santrinya agar berkepribadian yang  baik. Tapi, ini tidak,” kata Arist di Mapolsek Natar, Sabtu (13/1/2018).

Namun, pria berambut gondrong ini enggan mengomentari alasan dua tenaga pendidik yang melakukan perbuatan bejat itu.

Baca: Biadab, 14 Santri di Lampung Jadi Korban Pelecehan Seksual oleh Gurunya

Menurut dia, kasus ini masih dalam penyelidikan polisi. Ia belum bisa berkomentar banyak karena khawatir menimbulkan fitnah.

“Kasusnya masih dalam proses. Sementara kita menunggu dulu proses penyelidikan oleh kepolisian,” ucapnya.

Arist mengapresiasi langkah Polsek Natar yang cepat menangani kasus ini. “Informasi dari penyidik tadi, polisi juga juga mengamankan barang-barang bukti dari dalam ponpes yang diduga digunakan untuk melakukan pelecehan seksual,” ungkapnya. (*)

Penulis: Muhammad Heriza
Editor: Daniel Tri Hardanto
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help