TribunLampung/
Home »

Metro

Ridho Nunggak Rp 5,5 Juta, Pihak Sekolah Sindir Orangtua dengan Kalimat Nyelekit

Akibat menunggak biaya sekolah sebesar Rp 5,5 juta, Ridho (19) siswa Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Negeri 2 Metro

Ridho Nunggak Rp 5,5 Juta, Pihak Sekolah Sindir Orangtua dengan Kalimat Nyelekit
Tribun Lampung/Bayu Saputra
Ilustrasi 

Laporan Reporter Tribun Lampung Indra Simanjuntak

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, METRO - Akibat menunggak biaya sekolah sebesar Rp 5,5 juta, Ridho (19) siswa Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Negeri 2 Metro tidak bisa mengambil ijazahnya. Padahal, Ridho merupakan warga kurang mampu dan mendapat bantuan khusus miskin (BKM).

Husni, orangtua Ridho mengatakan, pihak sekolah meminta agar tunggakan biaya sekolah tersebut dilunasi untuk bisa mengambil ijazah saat anaknya menanyakan perihal ijazah ke sekolah. Dirinya kemudian mendatangi sekolah untuk menanyakan persoalan tersebut.

Baca:

Wakil Wali Yusuf Kohar dan Kadistako Nyaris Baku Pukul, Lihat Rekaman Detik ke-10, Menegangkan!

Untuk Gaet Penggemar, Penyanyi Dangdut Ini Ngaku Pasang Susuk hingga Mandi Bunga di Dukun

Namun, pihak sekolah masih tetap bersikukuh untuk meminta cicilan bayaran. Bahkan untuk mengambil fotokopi ijazah. "Dan untuk mengambil fotokopi pun pihak sekolah meminta membayar 50 persen dari tunggakan biaya. Padahal ijazah itu mau anak saya gunakan melamar kerja," Rabu (17/1).

Setelah berunding cukup lama, fotokopi ijazah baru bisa diberikan. "Katanya mereka akan membantu warga miskin, yatim, dan yatim piatu. Tetapi saya ke sana membawa surat keterangan tidak mampu masih belum juga diberikan. Setelah saya berdebat cukup lama dengan kepala sekolah akhirnya fotokopi ijazahnya diberikan," tuturnya.

Ia menjelaskan, ketika baru masuk ke sekolah tersebut Ridho mendapat bantuan khusus miskin (BKM). Dimana saat duduk di kelas X biaya sekolah Ridho lunas. "Tapi ketika kelas XI dan XII kita membayar. Saya tidak tahu berapa jumlahnya, karena saat akan pencairan anak saya tanda tangan saja, yang mengurus pencairan itu pihak sekolah," jelasnya.

Bahkan, kata dia, pihak sekolah juga menanyakan tanggung jawab orangtua siswa untuk membiayai anaknya sekolah. "Kata-kata ini yang membuat saya agak tersinggung. Bukan saya tidak bertanggung jawab, tetapi saya tidak mampu melunasinya. Untuk mencari uang Rp 500 ribu buat fotocopi ijazah saja saya harus berhutang," terangnya.

Humas SMKN 2 Metro Prawito mengatakan, sudah menjadi kebijakan siswa yang hendak mengambil ijazah melunasi tunggakan. "Harus bayar dulu. Ya surat keterangan tidak mampu itu harus dibayar dicicil tidak apa-apa yang penting lunas. Nanti masukin surat tidak mampunya kita akan pertimbangkan," katanya.

Tags
Metro
SMK
Penulis: Indra Simanjuntak
Editor: soni
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help