Natar Jadi Lautan karena Guyuran Hujan di Malam Minggu

Dua desa di kecamatan Natar yakni Beranti Raya dan Candi Mas seketika berubah menjadi lautan saat hujan mengguyur sebagian wilayah Lampung

Natar Jadi Lautan karena Guyuran Hujan di Malam Minggu

Laporan Reporter Tribun Lampung Hanif Mustafa

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, NATAR - Dua desa di kecamatan Natar yakni Beranti Raya dan Candi Mas seketika berubah menjadi lautan saat hujan mengguyur sebagian wilayah Lampung. Tercatat 250 rumah terendam air dengan ketinggian hampir mencapai dua meter.

Salah satu warga Candi Mas Melinda Sari mengaku air yang mengepung rumahnya akibat luapan air sungai Way Tuba sejak pukul 18.00 wib.

Baca: Saat Gundah Gulana, Nikita Willy Semangat Lagi Berkat Orang-orang Ini

"Sore itu sudah meluap, ditambah hujan dari sore hingga malam, lumayan tinggi sampai jam 11 malam, paling parah dusun Way Tuba gang keramat, sampai dua meter," ungkapnya Minggu 11 Maret 2018.

Hal ini pun dibenarkan oleh Camat Natar Koharudin bahwa pada hari sabtu malam, 10 Maret 2018, di desa Candi Mas dan Beranti raya tergenang air hingga ketinggian 2 meter.

"Iya benar, sekitar dua meter ketinggiannya, ada 250 rumah yang terendam," ungkapnya.

Baca: Datang Telat dan Kader Mulai Bubar, Sandiaga Sampaikan Pesan ke Prabowo

Masih kata dia, keadaan ini berlangsung hingga pukul 2 dini hari. Sehingganya warga pun terpaksa dievakuasi di Yonif Candi Mas.

"Ya memang di beranti raya dan Candi Mas tempatnya cekungan jadi tergenang, paling rendah itu 50 cm, dan rata-rata 2 meter," sebutnya.

Koharudin menuturkan pagi tadi air sudah surut tinggal berbenah dan air dari sungai Way Tuba sudah normal.

"Airnya juga normal gak ada lagi tapi nasih bekasnya banyak sampah2 dari genangan itu," tuturnya.

Koharudin mengatakan, banjir yang terjadi di wilayahmua tersbut karena buriknya darinase, sesangkan debitbair besar.

"Ya jadinya air gak terbuang tapi kerumah warga, ya kalau korban gal ada, mungkin hanya kerugian materiel sekitar 1 hingga dua juta perkepala," tutupnya.

Penulis: hanif mustafa
Editor: soni
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help