Kisah Juminah, Janda yang Tinggal di Rumah Geribik Berlantai Tanah

Untuk mencukupi kebutuhan sehari-harinya, Juminah menjadi buruh serabutan. Terkadang ia menjadi buruh panen jagung atau padi.

Kisah Juminah, Janda yang Tinggal di Rumah Geribik Berlantai Tanah
Tribun Lampung/Dedi Sutomo
Juminah di rumah geribiknya. 

Laporan Reporter Tribun Lampung Dedi Sutomo

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, PENENGAHAN - Juminah (55), warga Dusun Purwodadi, Desa Klaten, Kecamatan Penengahan, Lampung Selatan, berjuang sendiri untuk bertahan hidup. Sejak berpisah dengan sang suami 12 tahun silam, ia menempati sebuah rumah geribik berlantaikan tanah.

Rumah tersebut berdiri di lahan milik adiknya. Sementara anak-anaknya tinggal di Sukoharjo, Pringsewu.

Untuk mencukupi kebutuhan sehari-harinya, Juminah menjadi buruh serabutan. Terkadang ia menjadi buruh panen jagung atau padi.

“Sudah lama saya tinggal sendiri di sini. Anak-anak sudah berkeluarga dan tinggal di Pringsewu,” ujar Juminah, Rabu, 11 April 2018.

Baca: Penyebab Banyak Sopir Truk dan Bus Hidupkan Mesin di Kapal

Meski rumahnya sudah rapuh termakan usia dan berlantaikan tanah, Jumina tidak bisa berbuat banyak. Penghasilan yang didapatkannya hanya bisa untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Kondisi Juminah semakin sulit karena tidak lagi mendapatkan program bantuan bagi rakyat miskin dari pemerintah. Sebelumnya, Juminah mendapatkan bantuan program beras untuk masyarakat miskin (raskin) yang kini menjadi rastra.

“Kalau untuk rastra, awal tahun saya sempat dapat 10 kilogram. Tetapi, setelah itu tidak lagi dapat. Kalau yang program bantuan berbentuk uang tidak pernah lagi dapat. Hanya dahulu sempat pernah dapat Rp 300 ribu satu kali,” kata dia.

Baca: Hindari Macet di Terbanggi Besar, Ini Jalur-jalur Alternatif yang Bisa Dilintasi

Beruntung, Juminah tercatat sebagai peserta BPJS Kesehatan. Ia pun sangat berharap ada program dari pemerintah yang bisa meringankan beban hidupnya. Mengingat kondisi fisiknya yang kian lemah termakan usia.

Bantuan yang paling diharapkan adalah perbaikan rumahnya. “Ini kalau hujan bocor. Air masuk ke dalam rumah. Sudah seperti sungai. Kemarin sewaktu hujan deras saya mengungsi ke tempat kerabat,” ujar Juminah. (*)

Penulis: Dedi Sutomo
Editor: Daniel Tri Hardanto
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help