Rumah Tua Nenek Markonah Mulai Rapuh dan Bocor, Butuh Uluran Tangan Pemerintah

Rumah tua berdinding geribik itu mulai terlihat rapuh. Beberapa papan pada bagian depan rumah sudah mulai terlihat keropos

Rumah Tua Nenek Markonah Mulai Rapuh dan Bocor, Butuh Uluran Tangan Pemerintah

Laporan Reporter Tribun Lampung Dedi Sutomo 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, BAKAUHENI - Rumah tua berdinding geribik itu mulai terlihat rapuh. Beberapa papan pada bagian depan rumah sudah mulai terlihat keropos. Begitu juga dengan beberapa tiang pintu dan jendelanya. Tidak lagi terlihat ada sisa bekas cat. Papan kayu dan dinding geribiknya nampak kusam termakan usia.

Rumah yang terletak di Dusun Kayu Tabu Desa Klawi Kecamatan Bakauheni, Lampung Selatan ini menjadi kediaman Markonah (73), seorang nenek yang kini tinggal sendiri setelah sang suami meninggal dunia sekitar 3 tahun lalu.

Baca: Artis Ini Kerap Dihujat dan Dipandang Sebelah Mata, Lihat Penampilannya Kini yang Modis

Bagi nenek Markonah, rumah tersebut memiliki kenangan yang mendalam. Ia telah tinggal di Dusun Kayu Tabu sejak puluhan tahun silam. Nenek Markonah sendiri berasal dari salah satu daerah di Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah.

Baca: Tak Disangka-sangka, Penyanyi Tampan Ini Akhirnya Jatuh ke Pelukan Putri Indonesia

Di usianya yang sudah senja, tidak banyak yang bisa dilakukan oleh nenek Markonah. Untuk mencukup kebutuhan sehari-harinya, ia banyak dibantu para tetangganya.

“Saya sudah tidak bisa lagi bekerja. Karena tenaga saya sudah tidak lagi. Sehari-hari hanya dirumah saja,” terang dirinya kepada tribun yang menyambangi kediamannya, kamis (12/4).

Nenek Markonah memiliki 2 anak. Satu anaknya telah berkeluarga. Dan satu lagi saat ini bekerja diluar negeri. Terkadang ia mendapatkan kiriman dari anak-anaknya. Ia sendiri mengaku memilih tinggal sendiri di rumahnya di dusun Kayu Tabu karena tidak ingin merepotkan anaknya.

Selain mendapatkan bantuan dari para tetangga, nenek Markonha juga mendapatkan program beras rastra setiap bulannya untuk mencukupi kebutuhannya. Tetapi ia tidak mendapatkan program bantuan lainnya.

Nenek Markonah sendiri mengaku terkadang sering menangis di kala malam hari. Karena merasa kesepian, ia pun tidak berbuat banyak saat rumah tua yang ditinggalinya kini mulai bocor dan dinding-dindingnya keropos.

“Saya tidak punya uang untuk memperbaiki rumah. Jangankan untuk memperbaiki rumah untuk kebutuhan sehari-hari saya juga sering dibantu tetangga. Kalau hujan rumah ini bocor,” kata dia.

Karenanya ia sangat berharap ada program bantuan dari pemerintah yang bisa membantu dirinya untuk memperbaiki rumah tua yang didiaminya kini. Ia juga berharap jika memang ada program pemerintah untuk bisa membantu dirinya mencukup kebutuhan sehari-harinya.

Ardi salah seorang tetangga nenek Markonah mengatakan selama ini para tetangga dan warga dusun kerap memberikan bantuan. Ia sendiri berharap ada program bantuan dari pemerintah yang bisa membantu nenek Markonah dalam memenuhi kebutuhan sehari-harinya.

“Beliau sudah tidak bisa lagi bekerja karena usianya sudah sepuh. Selama ini warga dan tetangga yang memberi bantuan. Tapi kalau memang ada program dari pemerintah, kita berharap beliau bisa mendapatkan program bantuan tersebut,” ujar Ardi.(dedi/tribunlampung)

Penulis: Dedi Sutomo
Editor: soni
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help