100 Misil Diluncurkan AS dan Sekutunya ke Suriah

Misil-misil sekutu itu ditembakkan dari kapal-kapal perang AS di Mediterania ditambah jet-jet tempur serta pengebom strategis milik AS.

100 Misil Diluncurkan AS dan Sekutunya ke Suriah
HANDOUT/AFP
Dalam foto yang dirilis Kemenhan Prancis memperlihatkan sebuah misil penjelajah diluncurkan dari sebuah kapal perang Prancis di Lautu Tengah, Sabtu (14/4/2018), untuk menghantam sejumlah sasaran di Suriah. 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, DAMASKUS - Dalam serangan pertama ke Suriah, Sabtu (14/4/2018), Amerika Serikat dan sekutunya sudah melepaskan lebih dari 100 misil penjelajahnya.

Kementerian Pertahanan Rusia mengklaim, sistem pertahannya berhasil merontokkan sejumlah misil Sekutu.

"Sistem pertahanan udara Suriah berhasil merontokkan misil-misil sekutu dalam jumlah yang signifikan," demikian Kemenhan Rusia seperti dikutip kantor berita RIA Novosti.

"Sistem pertahanan Suriah merupakan buatan Uni Soviet lebih dari 30 tahun lalu," tambah Kemenhan Rusia.

Baca: 112 Rudal Tomahawk ke Suriah Senilai 30 Km Tol di Indonesia

Rusia menambahkan, serangan sekutu itu tidak mengenai kawasan yang dilindungi sistem pertahanan Rusia, terutama di sekitar pangkalan AU Khmeimim dan pangkalan AL Tartus.

Lebih jauh, Rusia mengatakan, misil-misil sekutu itu ditembakkan dari kapal-kapal perang AS di Mediterania ditambah jet-jet tempur serta pengebom strategis milik AS.

Sebelumnya, pada Sabtu pagi, Amerika Serikat dan sekutunya melakukan serangan udara ke sejumlah lokasi strategis di Suriah.

Baca: Tahukah Anda? Ternyata Viagra Juga Bisa Cegah Kanker

Serangan ini dilakukan sebagai respons Amerika Serikat terhadap dugaan serangan senjata kimia yang dilakukan Suriah di Kota Douma pada 7 April lalu.

Selain Amerika Serikat, jet-jet tempur Inggris juga beraksi menyerang sejumlah lokasi yang diduga sebagai fasilitas penyimpanan senjata kimia Suriah. (*)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul: AS dan Sekutunya Tembakkan Lebih dari 100 Misil ke Suriah

Editor: Daniel Tri Hardanto
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help