Ini Beda HIV dan AIDS

Human immunodeficiency virus (HIV) kerap dikaitkan dengan acquired immune deficiency syndrome (AIDS).

Penulis: Noval Andriansyah | Editor: Ridwan Hardiansyah
GrafisTribunlampung/Dodi
Ilustrasi. 

Laporan Reporter Tribun Lampung Noval Andriansyah

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, BANDAR LAMPUNG - Human immunodeficiency virus (HIV) kerap dikaitkan dengan acquired immune deficiency syndrome (AIDS).

Hal itu karena memang kedua hal tersebut berhubungan.

Meski begitu, HIV dan AIDS adalah dua hal berbeda.

Humas Dinas Kesehatan (Diskes) Lampung, Asih Hendrastuti menerangkan, HIV adalah virus yang menyerang sistem kekebalan tubuh.

Baca: Kasus Baru HIV Meningkat 131 Persen di Lampung, AIDS Turun

Orang yang terserang virus tersebut tidak memiliki gejala secara fisik.

"Orang yang terserang HIV akan tetap terlihat sehat. Tetapi ketika diperiksa darahnya, ternyata mengandung HIV. Karena itu, pemeriksaan dini secara sukarela penting dilakukan, bagi siapapun yang berpotensi terinfeksi HIV," papar Asih, Jumat (27/4/2018).

Di dalam tubuh manusia, Asih menjelaskan, ada sel darah putih yang menjadi bagian dari sistem kekebalan tubuh.

Sel darah putih memiliki semacam sensor untuk menangkap masuk asing yang masuk ke dalam darah.

Tugas tersebut dilakukan CD4, yang merupakan salah satu jenis sel darah putih.

"Makhluk asing bisa berupa virus, bakteri, jamur, dan benda lain yang tidak normal, yang masuk ke dalam tubuh. Sensor akan mengidentifikasi dan meneruskan ke otak. Otak lalu mengirimkan sistem kekebalan tubuh untuk menangkal makhluk asing tersebut," tutur Asih.

HIV, lanjut Asih, memiliki kemampuan untuk menempel di CD4.

Bahkan, HIV mampu berkembang biak.

Keberadaan HIV membuat CD4 tidak mampu bekerja untuk menyensor makhluk asing yang masuk ke dalam darah.

Halaman
12
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

Berita Populer

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved