Bantah Menyuap Anggota Dewan, Begini Langkah Mustafa dan Kuasa Hukum di Persidangan

Bupati nonaktif Lampung Tengah Mustafa didakwa menyuap sejumlah anggota DPRD Lampung Tengah sebesar Rp 9,6 miliar.

Bantah Menyuap Anggota Dewan, Begini Langkah Mustafa dan Kuasa Hukum di Persidangan
TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN
Tersangka Bupati Lampung Tengah Mustafa bersiap menjalani pemeriksaan di gedung KPK Jakarta, Jumat (23/2/2018). Mustafa diperiksa sebagai saksi untuk tersangka Wakil Ketua DPRD Lampung Tengah J Natalis Sinaga terkait kasus suap persetujuan pinjaman daerah untuk APBD Kabupaten Lampung Tengah TA 2018. TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN 

Laporan Wartawan Tribun Lampung : Romi Rinando

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, JAKARTA  –  Bupati nonaktif Lampung Tengah Mustafa didakwa menyuap sejumlah anggota DPRD Lampung Tengah sebesar Rp 9,6 miliar. Menurut jaksa Komisi Pemberantasan Korupsi ( KPK), penyuapan  dilakuan bersama-sama Kepala Dinas Bina Marga Lampung Tengah, Taufik Rahman. 

Hal ini disampaikan Jaksa Ali Fikri saat membacakan surat dakwaan  dalam sidang perdana bupati Non Aktif Lampung Tengah Mustafa di  Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta, Senin (14/5/2018).

Baca: Ditemani Wisuda S2 di Amerika, Tasya Kamila Puji Habis Sang Kekasih

Sejumlah anggota DPRD Lampung Tengah periode 2014-2019 yang disebut menerima suap yakni, Natalis Sinaga, Rusliyanto, Achmad Junaidi Sunardi, Raden Zugiri. Kemudian, Bunyana dan Zainudin.

Baca: Wanita Berjenggot, Sebutan Ini yang Dihindari Teroris Pria Gara-gara Munculnya Bomber Wanita 

Menanggapi dakwaan tersebut Sopian Sitepu kuasa hukum Mustafa mengatakan apa yang didakwakan kepada terdakwa  tidak benar.

“Tadi Pak Mustafa sudah memberikan komentar dia mengatakan, bahwa apa yang didakwakan kepadanya itu,  sebenarnya keterangan-keterangan yang tidak benar,” kata Sopian Sitepu.

Menurut Sopian Sitepu, atas dakwaan tersebut pihaknya tidak akan mengajukan eksepsi, dengan alasan pihaknya ingin mempercepat proses sidang karena ingin langsung masuk pada proses pembukitan.

“Kita tidak ingin ajukan ekpsepsi, karena kita ingin cepat masuk dalam pembuktian, karena secara formal  dakwaan jaksa sudah memadai,” tambahnya. (*)

Penulis: Romi Rinando
Editor: soni
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help