Beri Kemudahan dan Dorong Ekonomi Lokal, Go-Jek Perluas Layanan di Metro

GO-JEK, penyedia layanan on demand berbasis aplikasi terbesar di Indonesia memperluas jangkauan layanannya ke Kota Metro

Beri Kemudahan dan Dorong Ekonomi Lokal, Go-Jek Perluas Layanan di Metro

Laporan Reporter Tribun Lampung Noval Andriansyah

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID. METRO – Go-Jek, penyedia layanan on demand berbasis aplikasi terbesar di Indonesia memperluas jangkauan layanannya ke Kota Metro. Hadirnya Go-Jek di Kota Metro, diharapkan bisa membantu masyarakat untuk mendapatkan solusi dan di saat yang sama membantu pekerja sektor informal memperoleh pendapatan lebih melalui teknologi. 

Baca: Kisah Pasutri Jualan Kacang Sangrai di Sidomulyo

VP Regional GO-JEK Sumatera Edy Tan mengatakan, GO-JEK memiliki misi untuk untuk memberikan manfaat sosial semaksimal dan seluas mungkin bagi jutaan masyarakat Indonesia. Kehadiran GO-JEK, terus Edy, mendorong terwujudnya ekonomi kerakyatan yang tidak hanya menghubungkan para penjual dan konsumen tetapi pertumbuhan usaha kecil dan mikro serta memberikan peluang nyata bagi peningkatan kesejahteraan para pelaku sektor informal.

“Kami berharap solusi yang ditawarkan GO-JEK bisa membantu meningkatkan perekonomian lokal,” kata Edy dalam siaran persnya yang dikirimkan kepadaTribunlampung.co.id, Senin 14 Mei 2018.

Saat ini, terus Edy, GO-JEK telah bermitra dengan lebih dari 1 juta mitra driver, dan 150.000 merchant GO-FOOD yang 80 persen di antaranya merupakan pengusaha kuliner UMKM. Edy melanjutkan, GO-JEK dalam setiap melakukan perluasan layanan selalu menghormati kearifan lokal yang ada.

Baca: Sopir Truk yang Melindas Ojek Online Berhasil Diamankan

“Sebelum kami memulai operasi, kami melakukan sosialisasi kepada para tukang ojek pangkalan yang ada di Metro. Kami ingin mereka menjadi pihak pertama yang merasakan manfaat bergabung dengan ekosistem GO-JEK,” kata Edy.

Riset Lembaga Demografi Fakultas Ekonomi & Bisnis Universitas Indonesia (2018), lanjut Edy, mengungkapkan, keberadaan GO-JEK membantu mengurangi tekanan pengangguran dengan memperluas kesempatan kerja. Riset tersebut dilaksanakan di sembilan kota di Indonesia melalui metode pure random sampling.

“Riset juga menunjukkan bahwa mitra pengemudi dan UMKM di ekosistem GO-JEK, berkontribusi sebesar Rp 9,9 triliun per tahun dalam perekonomian. Kami ingin dampak positif yang telah dirasakan jutaan masyarakat Indonesia yang ada di 50 kota juga dirasakan di Metro,” ucap Edy.

Terlebih, terus Edy, Metro merupakan salah satu pusat perdagangan yang merupakan potensi besar dalam menggerakan roda perokonomian wilayah setempat termasuk di dalamnya pelaku usaha UMKM. “Inilah yang menginisiasi kami untuk terus tumbuh dan berinovasi memberikan manfaat kepada masyarakat. Kami berharap semakin banyak angkatan kerja yang terserap dengan hadirnya GO-JEK,” tandas Edy.

Peresmian hadirnya GO-JEK di Metro dihadiri langsung oleh masyarakat dan mitra driver GO-JEK. Acara peresmian yang berlangsung Minggu 13 Mei 2018, di Lapangan Samber Metro dihadiri cukup banyak peserta dengan kegiatan senam sehat bersama masyarakat Metro.

 Di Kota Metro sendiri, masyarakat dapat menikmati layanan GO-JEK berupa layanan transportasi lewat GO-RIDE, layanan jasa antar makanan lewat GO-FOOD, jasa logistik melalui GO-SEND, layanan belanja kebutuhan secara online lewat GO-MART dan GO-SHOP. Tak sampai di situ, GO-JEK juga melayani pembelian tiket secara online melalui GO-TIX, layanan beli pulsa lewat GO-PULSA, serta layanan pembayaran rekening sehari-hari lewat GO-BILLS. Keseluruhan layanan tersebut dapat dibayar menggunakan GO-PAY - uang elektronik dari ekosistem GO-JEK.

GO-JEK saat ini merupakan platform layanan konsumen berbasis aplikasi terbesar di Indonesia yang telah didownload sebanyak lebih dari 77 juta kali. (rls)

Penulis: Noval Andriansyah
Editor: soni
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help