Didakwa Rugikan Negara Rp 4,5 Triliun, Terdakwa BLBI Demam Tinggi dan Sesak Napas

Di akhir persidangan, kuasa hukum menyampaikan kondisi kliennya yang mengalami sakit serius.

Didakwa Rugikan Negara Rp 4,5 Triliun, Terdakwa BLBI Demam Tinggi dan Sesak Napas
tribunnews/felicia
Syafruddin Arsyad Tumenggung, terdakwa kasus dugaan korupsi BLBI, memberikan keterangan seusai sidang perdana di Pengadilan Tipikor Jakarta, Senin (14/5/2018). 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, JAKARTA - Mantan Kepala Badan Penyehatan Perbankan Nasional (BPPN), Syafruddin Arsyad Temenggung menjalani sidang perdana kasus dugaan korupsi Bantuan Likuiditas Bank Indonesia (BLBI) di Pengadilan Tipikor Jakarta, Senin (14/5/2018).

Di akhir persidangan, kuasa hukum menyampaikan kondisi kliennya yang mengalami sakit serius.

Baca: Tak Bisa Bahasa Inggris, Ketua Aptisi Ungkap Penyebab Dosen Belum Bersertifikat

Baca: Sebelum Tewas Terlindas Truk, Motor Driver Ojol Sempat Oleng di Tikungan

Baca: Lima Artis Cantik Pilih Cerai karena Dipaksa Foto Telanjang

"Izin yang mulia, sejak 5 Mei 2018, klien kami demam tinggi dan sesak napas terus menerus. Sudah diperiksa di klinik KPK tapi tidak ada perubahan signifikan. Tiap sore masih demam tinggi," ujar kuasa hukum Syafruddin, Yusril Ihza Mahendra, di Pengadilan Tipikor Jakarta.

Menurut Yusril, dengan tidak mengurangi rasa hormat pihaknya meminta majelis hakim dapat memerintahkan jaksa KPK agar terdakwa bisa diperiksa komprehensif di Rumah Sakit Pusat Angkatan Daerah (RSPAD) atau Rumah Sakit Cipto Mongonkusumo (RSCM).

"Ini demi kelancaran sidang selanjutnya juga," tambahnya.

Merespons itu, hakim ketua, Yanto mempersilakan kuasa hukum untuk mengajukan permohonan selanjutnya dibuat penetapan oleh majelis hakim.

"Penyakit beliau mengkhawatirkan betul, kalau tunggu penetapan lama. Kami minta kalau bisa hari ini yang mulia," kata kuasa hukum lagi.

"Karena ini demi kesehatan, penetapan hari ini pun jadi, sederhana," jawab hakim Yanto.

Dalam sidang perdana tersebut, jaksa membacakan dakwaan yang sudah disusun setebal 45-49 halaman.

Baca: Mengenal Aman Abdurrahman, Sosok yang Jadi Tuntutan Para Napi Teroris di Rutan Mako Brimob

Baca: Tiga Napi Berhasil Kabur dari Penjara ”Neraka”, Begini Nasib Mereka Setelah 50 Tahun Bersembunyi

Dalam dakwaan, disampaikan pula kronologis kejadian untuk mengungkap pelaku lain di kasus ini.

Halaman
12
Editor: nashrullah
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved