Tak Bisa Bahasa Inggris, Ketua Aptisi Ungkap Penyebab Dosen Belum Bersertifikat

Di Lampung ada 3.000 dosen baik swasta maupun negeri, namun yang sudah tersertifikasi baru 600 orang atau 30 persen saja.

Tak Bisa Bahasa Inggris, Ketua Aptisi Ungkap Penyebab Dosen Belum Bersertifikat
tribun lampung/okta kusuma jatha
Menristek Dikti M Nasir saat menghadiri dialog nasional di kampus UBL, Bandar Lampung, Senin (14/5). 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, BANDAR LAMPUNG - Sertifikasi dosen (Serdos) menjadi hal yang paling penting untuk peningkatan kapasitas dan kemampuan mengajar dosen.

Namun di Bumi Ruwa Jurai ini, masih banyak dosen yang belum bersertifikasi.

Baca: Sebelum Tewas Terlindas Truk, Motor Driver Ojol Sempat Oleng di Tikungan

Baca: Lima Artis Cantik Pilih Cerai karena Dipaksa Foto Telanjang

Baca: Larangan Belok Kanan di Perempatan Untung Suropati Telan Korban, Ini Penjelasan Kasatlantas

Hal tersebut diungkapkan Ketua Asosiasi Perguruan Tinggi Swasta Indonesia (Aptisi) Lampung Firmansyah seusai Dialog Nasional Indonesia Maju bersama Menteri Sosial Idrus Marham, Menteri Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Menristek Dikti) M Nasir, dan Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi di Gedung Mahligai Universitas Bandar Lampung (UBL), Senin (14/5/2018).

Menurut Firmansyah, di Lampung ada 3.000 dosen baik swasta maupun negeri, namun yang sudah tersertifikasi baru 600 orang atau 30 persen saja.

"Ini menunjukan kurang sadarnya dosen di Lampung untuk peningkatan kapasitas dosen tersebut," ujarnya.

Firmansyah mengatakan, setelah dilakukan pengkajian ternyata ada dua kendala bagi dosen di Lampung sehingga tidak bisa mengikuti serdos.

Di antaranya para dosen di Lampung ini kurang memahami Tes Potensi Akademik (TPA) dan Test of English as a Foreign Language (TOEFL) atau kecakapan berbahasa Inggris.

"Jadi hal ini menghantui ribuan dosen itu untuk melakukan proses serdos, padahal dua hal itu wajib dikuasai oleh dosen masa kini," kata Rektor IBI Darmajaya ini.

Kalaupun tidak dipenuhinya syarat tersebut maka dosen yang bersangkutan tidak bisa melakukan tahapan Serdos.

Baca: Polisi Tahan Keluarga Pasien Baku Hantam di RSUDAM, Berkas Perkara Perawat Masih Dilengkapi

Baca: TNI Gadungan Diduga Menipu Terkena Wajib Lapor, Polisi Minta Korban Melapor

Akibatnya, tunjangan serdos secara otomatis akan hilang.

Halaman
123
Penulis: Bayu Saputra
Editor: nashrullah
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help